Polisi Ungkap Penyebab Truk Tabrak Mobil dan Rumah di Gempol Pasuruan
LINTASTIDARNEWS.ID (PASURUAN) Penyebab pasti kecelakaan beruntun yang melibatkan truk bermuatan kertas di Jalan Raya Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (27/7/2026), masih belum disimpulkan oleh kepolisian, dikutip Surabaya Tribun News.
Meski dugaan awal mengarah pada hilangnya kendali kendaraan, Satlantas Polres Pasuruan memilih tidak terburu-buru menetapkan penyebab sebelum seluruh bukti dianalisis secara menyeluruh.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan Scientific Crime Investigation (SCI) atau penyelidikan berbasis bukti ilmiah.
Dalam kasus kecelakaan lalu lintas, metode ini digunakan agar penyebab insiden dapat dipastikan berdasarkan fakta di lapangan, bukan sekadar dugaan.
Kecelakaan maut itu sendiri terjadi sekitar pukul 05.45 WIB.
Truk bermuatan kertas yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya menghantam sejumlah kendaraan, menerobos median jalan, hingga akhirnya berhenti setelah menabrak beberapa rumah warga.
Insiden terjadi di tiga titik berbeda dan mengakibatkan korban meninggal dunia serta luka-luka.
Polisi Kumpulkan Seluruh Bukti Sebelum Menentukan Penyebab
Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat mengatakan, penyelidikan masih berlangsung.
Polisi saat ini mengumpulkan berbagai alat bukti, mulai dari rekaman CCTV, keterangan saksi, hingga hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan pemeriksaan awal, truk diduga mulai mengalami masalah saat melintas di kawasan depan pabrik Indofood, tidak jauh dari SPBU Gempol.
“Dari rekaman CCTV terlihat kendaraan melaju dari arah selatan ke utara. Diduga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga menabrak truk boks yang berada di depannya,” ujar Jauhar.
Meski demikian, dugaan tersebut masih akan diuji melalui proses investigasi yang lebih mendalam.
Rekaman CCTV Menjadi Salah Satu Kunci Investigasi
Dalam penerapan Scientific Crime Investigation, rekaman kamera pengawas menjadi salah satu bukti penting untuk merekonstruksi peristiwa secara objektif.
Dari rekaman tersebut, penyidik dapat mengetahui kecepatan kendaraan, arah laju truk, posisi kendaraan lain, hingga urutan benturan yang terjadi.
Data visual itu kemudian dicocokkan dengan hasil olah TKP, kondisi kerusakan kendaraan, jejak pengereman, serta keterangan para saksi agar seluruh rangkaian kejadian dapat dipastikan secara ilmiah.
TAA Akan Digunakan untuk Merekonstruksi Kecelakaan
Setelah proses evakuasi selesai, Satlantas Polres Pasuruan berencana melibatkan tim Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur untuk melakukan Traffic Accident Analysis (TAA).
Metode ini merupakan analisis teknis kecelakaan lalu lintas yang bertujuan merekonstruksi penyebab insiden berdasarkan bukti fisik dan data di lapangan.
Melalui TAA, penyidik dapat mengkaji berbagai faktor yang berpotensi memicu kecelakaan, mulai dari kondisi kendaraan, karakteristik jalan, posisi benturan, hingga kemungkinan adanya faktor manusia maupun lingkungan.
“Kami mengedepankan Scientific Crime Investigation. Seluruh bukti, mulai dari rekaman CCTV, keterangan saksi, hingga hasil olah TKP akan dianalisis untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, kesimpulan penyebab kecelakaan tidak diambil berdasarkan asumsi, tetapi melalui hasil analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Evakuasi Berlangsung Lama karena Sopir Terjepit
Selain melakukan penyelidikan, petugas gabungan juga harus mengevakuasi sopir truk yang terjepit di dalam kabin.
Kerusakan parah pada bagian depan kendaraan membuat proses penyelamatan berlangsung cukup lama.
Petugas menggunakan alat berat untuk mengeluarkan pengemudi sekaligus mengevakuasi truk dari lokasi kejadian.
Polisi bekerja sama dengan Basarnas, BPBD, PLN, dan sejumlah instansi terkait untuk mengamankan area karena terdapat kerusakan fasilitas umum serta tiang listrik di sekitar lokasi.
“Kami dibantu Basarnas, BPBD, PLN, serta stakeholder lainnya untuk mengamankan aset di sekitar lokasi agar proses evakuasi berjalan aman,” kata Jauhar.
Arus Surabaya-Malang Sempat Dialihkan
Selama proses evakuasi dan penanganan TKP berlangsung, arus lalu lintas di jalur nasional Surabaya-Malang mengalami kepadatan.
Untuk mengurangi antrean kendaraan, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow serta mengalihkan sebagian kendaraan menuju jalan tol.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk sementara menggunakan jalan tol sampai proses penanganan di lokasi selesai,” pungkas Jauhar.
Pendekatan Scientific Crime Investigation menunjukkan bahwa penyelidikan kecelakaan lalu lintas kini tidak lagi hanya mengandalkan dugaan awal atau kesaksian semata. (rif)
