Vita Ervina Dorong Tata Kelola Layanan Rujukan Kesehatan di Magelang, Fokus Pangkas Antrean dan Tingkatkan Mutu RS

0
IMG_20260727_142620

LINTASTIDARNEWS.ID (MAGELANG) – Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menggandeng Kementerian Kesehatan RI menggelar Sosialisasi Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan di Kabupaten Magelang, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT), ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan kesehatan mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut perwakilan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (Ditjen Keslan) Kementerian Kesehatan RI, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.

Dalam kesempatan itu, Vita Ervina menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas yang memadai, tetapi juga pada tata kelola yang baik di setiap lini pelayanan.

Menurutnya, pengelolaan layanan kesehatan rujukan yang terintegrasi akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari proses administrasi yang lebih mudah, waktu tunggu yang lebih singkat, hingga pelayanan tenaga kesehatan yang semakin optimal.

“Pengelolaan pelayanan kesehatan rujukan di Jawa Tengah harus terus ditingkatkan. Jika tata kelolanya baik, mulai dari fasilitas kesehatan dasar hingga rumah sakit, masyarakat tentu akan merasakan manfaatnya secara langsung. Harapannya tidak ada lagi persoalan seperti antrean panjang, kesulitan mengambil obat, atau layanan dokter yang tidak tersedia saat dibutuhkan,” ujar Vita Ervina.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai program kesehatan pemerintah agar implementasinya benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Dukungan Manajemen Ditjen Keslan Kementerian Kesehatan, Subli, menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki regulasi yang mengatur tata kelola pelayanan kesehatan lanjutan melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6. Regulasi tersebut menjadi acuan dalam membangun standar pelayanan rumah sakit yang lebih profesional dan akuntabel.

Baca Juga  Saatnya Ada City Tour ke Gedawang Semarang Jawa Tengah

Menurut Subli, Kementerian Kesehatan tidak hanya menyusun regulasi, tetapi juga aktif melakukan pembinaan serta supervisi kepada rumah sakit agar mampu meningkatkan kualitas pengelolaan di berbagai aspek.

“Kami telah membina banyak rumah sakit dalam membenahi standar tata kelola, mulai dari administrasi, keuangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia. Supervisi juga terus dilakukan agar sistem manajemen rumah sakit semakin baik. Ketika tata kelola rumah sakit sehat, dampaknya akan langsung dirasakan pasien, baik dari sisi ketersediaan alat kesehatan, waktu tunggu pelayanan, proses administrasi, maupun kualitas pelayanan dokter,” jelas Subli.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Lies Pramudyanti, menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga memperkuat upaya promotif dan preventif melalui berbagai program deteksi dini penyakit.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke sekolah, yang menyasar kalangan pelajar dan remaja sebagai langkah awal mendeteksi berbagai penyakit menular maupun tidak menular.

“Kami memberikan perhatian besar terhadap kegiatan screening kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya remaja dan pelajar. Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menjadi garda terdepan untuk mendeteksi sejak dini berbagai risiko penyakit, termasuk HIV/AIDS pada remaja. Selain itu, kami juga terus melakukan edukasi kesehatan remaja melalui penyuluhan di sekolah-sekolah,” ungkap dr. Lies Pramudyanti.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah pusat dan daerah berharap pemahaman masyarakat mengenai sistem pelayanan kesehatan rujukan semakin meningkat. Di sisi lain, penguatan tata kelola rumah sakit dan fasilitas kesehatan diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, berkualitas, serta berorientasi pada kebutuhan pasien. (dee)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *