Viral Video “Gangster Bersajam” di Bandongan, Polisi Pastikan Bukan Aksi Kriminal
Hasil penyelidikan Satreskrim Polres Magelang Kota menyebut keributan dini hari itu dipicu warga yang curiga terhadap pengendara motor bocor.
LINTASTIDARNEWS.ID (KOTA MAGELANG) – Viral di media sosial sebuah video rekaman CCTV dengan narasi “Gangster Bersajam” yang disebut terjadi di wilayah Bandongan, Kabupaten Magelang. Namun setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan peristiwa tersebut bukan aksi kriminal maupun gengster bersenjata tajam seperti yang ramai diperbincangkan.
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota, Iwan Kristiana, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Dari hasil penyelidikan dan keterangan para saksi di lapangan, kejadian tersebut merupakan kegaduhan warga dan bukan aksi gengster seperti yang ramai di media sosial,” ujar AKP Iwan Kristiana, Selasa (26/05/2026).
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Minggu (24/05/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Bandongan–Kaliangkrik, tepatnya di Dusun Karangkulon, Kecamatan Bandongan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, terdapat dua orang yang sedang menuntun sepeda motor Honda Astrea Grand warna hitam karena mengalami ban bocor. Keduanya berjalan menuju arah Kaliangkrik sambil membawa kendaraan yang rusak tersebut.
Aktivitas di waktu dini hari itu kemudian memicu perhatian warga sekitar. Sekitar 50 meter dari lokasi awal, warga mendengar keributan dari arah jalan dan mendatangi sumber suara. Situasi sempat menimbulkan kepanikan hingga akhirnya direkam dan beredar luas di media sosial dengan narasi adanya kelompok gangster bersenjata tajam.
Namun demikian, polisi memastikan tidak ditemukan adanya tindak pidana maupun aksi kekerasan sebagaimana informasi yang beredar.
“Hingga saat ini belum terdapat korban ataupun pihak yang secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Magelang Kota,” jelas AKP Iwan.
Polres Magelang Kota mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Warga diminta tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum dipastikan kebenarannya.
Polisi juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Pihak kepolisian memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional dan proporsional.(Gus)
