Tokoh di Bogor, Ajak Masyarakat Perkuat Nasionalisme
LINTASTIDARNEWS.ID (BOGOR) Di era modern seperti sekarang ini, siapa yang tidak mempunyai alat komunikasi handphone. Dan juga, di era digitalisasi saat ini, sangat banyak sekali ajakan-ajakan yang nantinya menjurus kepada hal- hal yang negatif. Untuk itu, masyarakat harus sangatlah cerdas dalam menyikapi sesuatu kabar di media sosial ataupun pemberitaan, dimana itu benar atau tidak benar (hoax).
Hal itu dikatakan oleh Johan, salah satu tokoh masyarakat di Bogor. Ia menyampaikan ajakan kepada seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama menciptakan opini publik yang sehat, menyejukkan, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
“Kita semua merasakan bahwa saat ini tantangan bukan hanya persoalan sosial dan ekonomi, tetapi juga persoalan informasi. Banyak konten yang bernuansa provokatif, hoaks, bahkan mengarah pada paham radikalisme. Di sinilah peran kita sebagai masyarakat sangat penting untuk tidak ikut menyebarkan hal-hal seperti itu,” ujar Johan, kepada awak media, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, lanjut Johan, bahwa perbedaan pandangan di tengah masyarakat adalah hal yang wajar, namun tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memecah belah persatuan melalui isu SARA, ujaran kebencian, maupun berita yang belum tentu benar.
“Mari kita biasakan saring sebelum sharing. Jangan mudah terpancing emosi oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Opini masyarakat yang cerdas akan menjadi benteng utama terhadap upaya adu domba,” tambahnya.
Johan juga mengajak kepada peran aktif pemuda, tokoh agama, pendidik, dan seluruh elemen masyarakat untuk menyebarkan narasi positif yang memperkuat nilai kebangsaan sesuai semangat Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia.
“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan kita dari provokasi dan radikalisme, siapa lagi? Mulai dari diri sendiri, keluarga, hingg lingkungan sekitar,” tegas Johan.
Pernyataan ini diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa opini publik yang positif dan menyejukkan adalah kunci menjaga keutuhan bangsa.
“Bersatu, bijak bermedia, dan tolak segala bentuk provokasi,” tutupnya. (rif)
