Pangdam IV/Diponegoro Resmikan 53 Jembatan Garuda Serentak, Pulihkan Akses Warga dan Perkuat Perekonomian Daerah
PEKALONGAN, LINTASTIDARNEWS.ID – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat kembali dibuktikan melalui pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi warga. Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meresmikan Jembatan Gantung Garuda di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/7/2026), bersamaan dengan peresmian 52 jembatan lainnya di wilayah Kodam IV/Diponegoro.
Peresmian tersebut menjadi tonggak penting bagi masyarakat Dukuh Galangwolu dan Dukuh Sibetok yang selama lebih dari satu tahun mengalami keterbatasan akses setelah jembatan penghubung putus akibat banjir bandang pada 20 Januari 2025. Kini, kehadiran Jembatan Gantung Garuda sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter yang membentang di atas Sungai Sengkarang kembali membuka jalur vital bagi aktivitas warga.
Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menegaskan bahwa Jembatan Garuda bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan Kodim 0710/Pekalongan melalui semangat gotong royong bersama pemerintah daerah dan masyarakat ini bertujuan memulihkan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan roda perekonomian masyarakat pascabencana.
“Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pemerataan aksesibilitas di berbagai wilayah yang membutuhkan,” ujar Pangdam.
Ia menjelaskan, peresmian di Kabupaten Pekalongan merupakan bagian dari peresmian serentak 53 titik Jembatan Garuda yang tersebar di 19 Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.
Secara keseluruhan, Kodam IV/Diponegoro tengah merealisasikan pembangunan 313 titik Jembatan Garuda di berbagai wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga kini, progres pembangunan meliputi 156 jembatan gantung, dengan 51 unit telah selesai dan 105 unit masih dalam tahap pengerjaan.

Selain itu, dibangun 36 jembatan Armco sebagai jembatan sementara di daerah terdampak bencana, terdiri atas 34 unit selesai dan dua unit dalam proses, 119 jembatan beton dengan 25 unit telah rampung dan 94 unit masih dikerjakan, serta dua unit jembatan Bailey.
Kehadiran infrastruktur tersebut disambut antusias masyarakat karena mampu mengembalikan mobilitas warga yang sempat terhambat. Anak-anak kini dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman, akses menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih cepat, sementara distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan antarwilayah kembali berjalan lancar.
Atas keberhasilan pembangunan tersebut, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong sejak peletakan batu pertama pada 31 Maret 2026.
“Semoga apa yang dilakukan oleh TNI bersama-sama dengan masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” tegas Mayjen TNI Achiruddin.
Di akhir kegiatan, Pangdam mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat Jembatan Garuda sebagai aset bersama. Ia mengingatkan agar jembatan digunakan sesuai kapasitas dan dipelihara secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang.
Peresmian Jembatan Garuda ini menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat konektivitas, kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi di berbagai pelosok wilayah.(*)
