Kapolresta Magelang Pimpin Apel Siaga Karhutla di Lereng Merapi, Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran
MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolresta Magelang Kombes Pol Edy Bagus Sumantri, S.I.K. memimpin Apel Siaga Karhutla Kecamatan Srumbung Tahun 2026 di kawasan Obyek Wisata Alam Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurang Jero, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Selasa (11/8/2026).
Apel yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB tersebut diikuti sekitar 200 peserta. Mereka berasal dari unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, Balai TNGM, relawan, pengelola wisata, hingga masyarakat.
Kapolresta Magelang bertindak sebagai pembina apel, sedangkan Komandan Apel dijabat Kanit Binmas Polsek Srumbung Ipda Arif Kurniawan.
Dalam amanatnya, Kombes Pol Edy Bagus Sumantri mengingatkan bahwa kondisi musim kemarau membuat vegetasi menjadi kering sehingga potensi terjadinya kebakaran semakin tinggi, termasuk di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.
“Beberapa waktu terakhir kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi di berbagai wilayah. Kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi menjadi kering tentunya meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, termasuk di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan TNGM memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan karena menyimpan beragam vegetasi, ekosistem dan keanekaragaman hayati. Karena itu, kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.
Kapolresta juga mengingatkan sejumlah potensi penyebab karhutla, mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar, aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan, hingga kegiatan wisatawan yang berpotensi menimbulkan sumber api apabila tidak dilakukan secara hati-hati.
“Kami mengajak seluruh elemen, baik TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, Balai TNGM, relawan, masyarakat maupun pengelola wisata, untuk berkomitmen dan bersinergi dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Ia menekankan, apel siaga tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan, koordinasi dan kepedulian seluruh pihak dalam menjaga kawasan Gunung Merapi.
“Jangan sampai kita hanya bergerak ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” lanjutnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyiraman tanaman, pengecekan menara satwa dan tandon penampungan air, serta pemasangan banner imbauan antisipasi karhutla di kawasan TNGM.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi PTN Wilayah I Balai TNGM Sutris Haryanto, S.H., Plt. Kabagops Polresta Magelang AKP Gembong Ardianto, S.H., Kasat Reskrim Kompol La Ode Arwan Syah, S.I.K., M.I.K., Kasat Intelkam Kompol R. Sudarto, S.H., Kasat Narkoba AKP Tri Widaryanto, S.H., M.H., Kasat Samapta AKP Suyanto, S.H., M.M., Kapolsek Srumbung AKP Suswanto, Danramil 16 Srumbung Kapten CAJ Budi Krismanto, Camat Srumbung Budi Riyanto, S.Sos., Kepala Puskesmas Srumbung dr. Satoto, sejumlah kepala desa beserta OPRB, serta Paguyuban Merapi Hijau.
Melalui apel siaga tersebut, Polresta Magelang bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan karhutla, khususnya di kawasan Gunung Merapi selama musim kemarau.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di kawasan hutan maupun lingkungan sekitarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.(*)
