IMG-20260729-WA0072

LINTASTIDARNEWS.ID (PEKANBARU)Petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, tengah menghadapi masa sulit.

Harga kelapa yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat turun drastis hingga hanya berkisar Rp1.700-Rp1.800 per kilogram.

Padahal, sebelumnya harga kelapa sempat berada di kisaran Rp7.000 per kilogram.

Penurunan tajam tersebut membuat banyak petani kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah seorang petani asal Kecamatan Reteh, Hamdani, mengaku pendapatan keluarganya turun drastis sejak harga kelapa terus merosot.

“Tolong pemerintah bantu kami. Pemasukan kami hanya dari kebun kelapa ini. Bagaimana kami bisa mencukupi biaya hidup dan biaya sekolah anak kalau harganya turun drastis seperti ini,” kata Hamdani, Rabu (29/7/2026), dikutip dari Tribun.

Mayoritas masyarakat Inhil menggantungkan hidup dari perkebunan kelapa.

Turunnya harga membuat daya beli masyarakat ikut melemah karena hasil panen tidak lagi mampu menutupi biaya produksi maupun kebutuhan rumah tangga.

“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga agar kami tetap bisa bertahan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu ini,” katanya. (rif)

Bagikan:
Baca Juga  Kemendagri Dorong Penguatan Kelembagaan Daerah untuk Percepat Penurunan Angka Kematian Ibu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *