Gores Art Gallery Latih Warga Ciptakan Batik Simbut Khas Tampirwetan, A-PPI Magelang Raya Beri Pendampingan

0
IMG-20260627-WA0042

LINTASTIDARNEWS.ID (MAGELANG) – Semangat melestarikan budaya sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif lokal tampak dalam Pelatihan Batik Simbut yang digelar Gores Art Gallery Magelang di Dusun Trisip, Desa Tampirwetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang didampingi A-PPI Magelang Raya tersebut diikuti belasan warga, mayoritas ibu rumah tangga.
Pelatihan menghadirkan pelukis dan seniman batik asal Kota Magelang, Agus Daryanto, sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, peserta diajak belajar bersama menciptakan batik Simbut berciri khas lokal dengan memanfaatkan pewarna alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Agus menjelaskan, proses pewarnaan batik secara umum menggunakan dua jenis bahan, yakni pewarna sintetis dan pewarna alami. Pada pelatihan kali ini, peserta mempraktikkan penggunaan pewarna dari sabut kelapa yang dinilai ramah lingkungan, mudah didapat, serta menghasilkan karakter warna yang khas.

“Melalui pelatihan ini kami ingin peserta menjadi pelopor batik Simbut berbahan pewarna alami. Selain lebih ramah lingkungan, batik alami juga memiliki nilai seni yang tinggi,” ujarnya.

Menurut Agus, batik yang dibuat menggunakan pewarna alami memiliki keunikan tersendiri karena setiap lembar kain menghasilkan motif dan gradasi warna yang berbeda, meskipun dibuat oleh orang yang sama. Keunikan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat nilai jual batik alami lebih tinggi dibandingkan batik cap maupun produksi pabrikan.

Pelatihan ini dirancang berlangsung secara berkelanjutan. Mulai Juli 2026, kegiatan akan dilaksanakan rutin setiap Senin dan Rabu siang sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membangun komunitas perajin batik di Desa Tampirwetan.

Pemilik Gores Art Gallery Magelang, Edi Santoso, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan batik khas Tampirwetan yang memiliki identitas kuat, baik dari motif maupun coraknya.
“Kami berharap semangat peserta menjadi dorongan untuk menciptakan karya yang belum pernah ada di desa ini, sehingga lahir batik ikonik Tampirwetan yang menarik, bernilai seni, dan memiliki daya saing di pasar,” katanya.

Baca Juga  Mengabdi untuk Negeri, 70 Calon Paskibraka Kota Magelang Siap Mengemban Amanah HUT ke-81 RI

6Pendampingan dari A-PPI Magelang Raya diharapkan turut memperkuat publikasi serta mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Kabupaten Magelang. (Gus)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *