AKSI Magelang Gelar Lomba Selam FORKOT III 2026, Uji Skill Hovering hingga Obstacle Bawah Air

0
AKSI Kota Magelang

Dokumentasi Peserta dan Tim Juri Lomba Selam FORKOT III 2026

LINTASTIDARNEWS.ID (KOTA MAGELANG) — Komunitas penyelam yang tergabung dalam AKSI (Asosiasi Keselamatan Selam Indonesia) Magelang menggelar lomba selam dalam ajang FORKOT III 2026 Magelang.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pegiat olahraga selam untuk mengasah kemampuan sekaligus mengenalkan dunia diving kepada masyarakat luas.

Ketua AKSI Magelang, Rudy Kurnianto mengatakan, lomba yang digelar kali ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni hovering dan obstacle.

Menurutnya, hovering merupakan teknik menjaga keseimbangan tubuh saat berada di bawah air tanpa menyentuh dasar maupun permukaan air. Penilaian dilakukan berdasarkan durasi dan ketepatan peserta dalam menjaga posisi tubuh tetap stabil.

Sementara pada kategori obstacle, peserta diuji melewati rintangan bawah air dengan penilaian mencakup ketepatan, kecepatan, dan durasi waktu penyelesaian. Jenis obstacle yang digunakan meliputi hulahoop dan jalur zigzag.

“Olahraga menyelam ini punya tingkat kesulitan yang cukup menantang tapi juga menyenangkan. Dari kegiatan ini orang bisa tahu kalau menyelam tidak hanya dilakukan di laut, tetapi juga bisa di berbagai wisata air dengan nuansa yang berbeda,” ujar Rudy.

Ia menjelaskan, rata-rata pegiat selam nasional mampu bertahan menyelam hingga lima menit dalam satu sesi tertentu. Melalui lomba ini, AKSI Magelang ingin membangun minat masyarakat terhadap olahraga selam sekaligus meningkatkan kemampuan para atlet lokal.

Kegiatan FORKOT III 2026 juga diikuti peserta dari berbagai usia. Peserta termuda tercatat berusia 13 tahun yakni Khalifania Zahrajh, sedangkan peserta paling senior berusia 43 tahun yaitu Budi Suprapto.

Khalifania mengaku mulai mengenal olahraga selam sejak usia 12 tahun dan tertarik mengikuti lomba untuk menguji kemampuan diri.

“Saya suka olahraga menyelam karena memberikan ketenangan dan kenyamanan saat menikmati keindahan bawah air. Ikut lomba ini juga jadi pengalaman seru buat mengukur kemampuan saya,” kata Khalifania.

Baca Juga  Bakti Sosial Satreskrim Polres Magelang Kota Dalam Rangka Hari Jadi Reserse Ke-78

Hal serupa disampaikan Budi Suprapto. Ia menilai menyelam bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana belajar mengontrol diri dan menikmati keindahan alam bawah air.

“Menyelam membuat saya belajar ketenangan dan kontrol diri. Banyak keindahan ciptaan Tuhan yang ternyata tidak hanya ada di permukaan, tapi juga di dalam air,” ujarnya.

AKSI Magelang sendiri rutin menggelar latihan selam satu bulan sekali. Lokasi latihan biasa dilakukan di kawasan Sindang Maren, Sukoco, hingga beberapa destinasi perairan seperti Kepulauan Karimunjawa dan Pulau Pramuka.

Melalui pilot project lomba selam dalam FORKOT III 2026 ini, AKSI berharap dapat menjaring lebih banyak pegiat selam di Magelang sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa olahraga selam tidak hanya untuk wisata, tetapi juga bisa menjadi keterampilan penting dalam bidang rescue atau penyelamatan bersertifikat. (dee)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *