APLG Gelar Pertemuan Konsultasi, Perkuat Komitmen Platform Terpadu dan Inklusif
LINTASTIDARNEWS.ID (Jakarta) – United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) selaku koordinator Asia-Pacific Local Government Coordinating Body (APLG) menggelar APLG Consultation Meeting pada Kamis, 18 Desember 2025. Pertemuan ini dilaksanakan secara hybrid, memungkinkan partisipasi aktif para perwakilan yang hadir langsung maupun secara daring.
Pertemuan konsultatif tersebut mempertemukan berbagai anggota dan mitra APLG, di antaranya CityNet, C40, ICLEI, UCLG Eurasia, UNDRR, UNU, serta sejumlah pemangku kepentingan regional dan internasional lainnya. Para peserta menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan kuat terhadap pengembangan APLG Platform sebagai ruang strategis bersama untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan aksi kolektif jejaring pemerintah daerah di kawasan Asia-Pasifik.
Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi, menegaskan bahwa kota dan pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan saling terkait, sehingga membutuhkan kerangka tata kelola yang lebih kuat serta mekanisme berbagi pengetahuan yang efektif.
“Pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada tantangan yang saling terhubung, yang tidak hanya membutuhkan solusi teknis, tetapi juga sistem tata kelola yang lebih kuat, koordinasi yang lebih baik, serta platform yang memungkinkan kota-kota saling belajar satu sama lain,” ujar Dr. Bernadia.
Sepanjang diskusi, para anggota aktif menyampaikan pandangan, masukan teknis, serta berbagai kekhawatiran guna memastikan APLG Platform dikembangkan sesuai dengan tujuan awal dan kebutuhan pengguna sasaran. Pembahasan difokuskan pada bagaimana platform tersebut dapat bersifat terpadu dan inklusif, sekaligus menghindari tumpang tindih dengan platform yang telah dimiliki masing-masing organisasi.
Para peserta menekankan pentingnya komplementaritas, interoperabilitas, serta kejelasan peran agar platform ini benar-benar memberikan nilai tambah dan memperkuat dampak kolektif antarjaringan pemerintah daerah.
Selain itu, platform APLG diharapkan berfungsi sebagai mekanisme fasilitasi, yang menghubungkan berbagai inisiatif yang sudah ada, bukan menggantikannya. Platform ini juga diharapkan mampu mendorong kolaborasi yang lebih mendalam dalam aspek advokasi, kerja sama, dan penguatan kapasitas.
Tingginya partisipasi dalam pertemuan ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa kolaborasi yang terkoordinasi dan berorientasi tujuan menjadi kunci untuk menghindari pendekatan yang terfragmentasi atau berjalan sendiri-sendiri.
Dr. Bernadia juga menegaskan peran strategis APLG sebagai mekanisme koordinasi regional yang menyediakan ruang netral dan inklusif bagi dialog dan penyelarasan antarjaringan pemerintah daerah.
“APLG memiliki peran penting dalam mempertemukan berbagai jejaring, menyelaraskan prioritas, serta memperkuat kerja sama di kawasan Asia-Pasifik,” tambahnya.
Pertemuan konsultasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam menghimpun pandangan kolektif sebelum memasuki tahap desain dan pengembangan platform. Berbagai masukan yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam penyempurnaan ruang lingkup, struktur, dan tata kelola APLG Platform ke depan.
APLG Consultation Meeting ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh anggota dan mitra untuk secara kolaboratif membangun APLG Platform yang mampu menjawab kebutuhan pemerintah daerah dan mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik. (*)
