Walikota Semarang Panen Perdana Kelengkeng Super Itoh, Tandai Lahirnya Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang
LINTASTIDARNEWS.ID (SEMARANG) Pengembangan agrowisata mulai diproyeksikan menjadi salah satu arah baru sektor pariwisata Kota Semarang. Langkah tersebut ditandai dengan diresmikannya Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang di Tlogosari Wetan oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Minggu (12/7/2026).
Peresmian dilakukan melalui penandatanganan prasasti dan panen perdana kelengkeng varietas Super Itoh New Kristal yang telah dibudidayakan di kawasan tersebut. Keberadaan agro eduwisata ini diharapkan menjadi model pengembangan wisata berbasis pertanian sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
Agustina mengatakan, konsep agro eduwisata akan menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata Kota Semarang pada 2027. Pemerintah Kota Semarang akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk mendukung penataan kawasan hingga pengembangan budidaya pertanian yang memiliki nilai wisata.
“Ke depan, agrowisata akan menjadi salah satu pengembangan pariwisata Kota Semarang. Potensi seperti ini harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Agustina.
Didorong Jadi Destinasi Edukasi Keluarga
Menurut Agustina, kawasan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Tidak hanya menghadirkan kebun kelengkeng, tetapi juga dapat dilengkapi dengan berbagai wahana edukasi berbasis pertanian dan perikanan.
Ia mengusulkan agar kawasan tersebut nantinya dilengkapi dengan budidaya ikan lele maupun nila sehingga anak-anak yang datang tidak hanya belajar mengenai tanaman buah, tetapi juga mengenal berbagai sektor pertanian secara lebih luas.
“Jadi sembari belajar bagaimana kelengkeng bisa berbuah dengan luar biasa besar, kita juga belajar yang lain-lainnya,” katanya.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghadirkan destinasi wisata edukasi yang menarik bagi keluarga sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Selain menjadi pusat edukasi pertanian, keberadaan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang juga dinilai mendukung kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.
Agustina meminta penataan kawasan Masjid Agung Semarang terus dimaksimalkan agar mampu menyambut ribuan tamu yang akan hadir pada ajang nasional tersebut.
“Ini juga persiapan dalam rangka MTQ Nasional. Pokoknya MTQ harus sukses,” tegasnya.
Melalui pengembangan kawasan berbasis pertanian, edukasi, dan wisata religi tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap daya tarik destinasi wisata semakin meningkat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (rif)
