Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi, Batik Tuk Gong Siap Jadi Identitas Baru Dusun Karangampel

0
IMG-20260713-WA0038

MAGELANG – Upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal terus digelorakan di Dusun Karangampel, Desa Tampirwetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Puluhan ibu-ibu PKK Dusun Karangampel mengikuti pelatihan Batik Simbut dengan mengangkat motif khas “Tuk Gong”, yang diharapkan menjadi identitas sekaligus ikon budaya baru bagi Karangampel.

Pelatihan yang berlangsung di Gores Arts Gallery, Dusun Trisip RT 14, Senin (13/7/2026), merupakan pertemuan keempat dalam rangkaian program yang diselenggarakan Gabungan Seniman Borobudur bekerja sama dengan Gores Arts Gallery. Pada sesi kali ini, peserta mempelajari penyusunan sketsa Batik Simbut bermotif “Tuk Gong” di bawah bimbingan maestro batik Yustinus Agus Daryanto, didampingi Edy Gores.

Selama lebih dari dua jam, para peserta mendalami teknik merancang motif batik yang terinspirasi dari legenda Tuk Gong Karangampel. Motif tersebut memadukan filosofi air sebagai sumber kehidupan dengan unsur dedaunan, bunga air, ekosistem mata air, serta ornamen gong dan gamelan Jawa yang melambangkan harmoni, kebersamaan, dan kekayaan budaya.

Seluruh desain juga dirancang menggunakan konsep pewarna alami dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, sehingga menghasilkan batik yang tidak hanya memiliki identitas lokal yang kuat, tetapi juga ramah lingkungan.

Sebanyak tujuh peserta berhasil menyusun sketsa dengan karakter dan kreativitas masing-masing. Meski memiliki corak yang berbeda, seluruh karya tetap mengacu pada konsep utama Batik Tuk Gong sebagai identitas khas Dusun Karangampel.

Yustinus Agus Daryanto memberikan pendampingan secara intensif mulai dari teknik menggambar, menyusun komposisi motif, hingga tahapan pembuatan batik. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai proses pencantingan, pewarnaan, hingga penyelesaian akhir karya.

Menurut Yustinus, pelatihan yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini ditargetkan mampu membekali peserta dengan keterampilan membuat batik tulis, batik cap, hingga Batik Simbut. Dengan bekal tersebut, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk batik bernilai ekonomi sekaligus memperkuat sektor UMKM berbasis budaya.

Baca Juga  Dampak Pertamax Naik Bikin Masyarakat Pindah ke Pertalite, Stock Cukup Tidak ?

Selain praktik membatik, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai sejarah Batik Simbut, salah satu teknik batik tradisional Nusantara yang diyakini telah berkembang sebelum batik tulis menggunakan canting dikenal luas. Teknik Simbut memanfaatkan bahan perintang sederhana sebelum proses pewarnaan, mencerminkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya.

Pendamping pelatihan, Edy Gores, berharap hasil karya para peserta dapat segera dipamerkan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses belajar sekaligus memperkenalkan Batik Tuk Gong kepada masyarakat luas.

“Harapan kami, Batik Tuk Gong dapat menjadi kebanggaan masyarakat Karangampel sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis budaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Hingga pertemuan keempat, peserta telah mulai mengerjakan kain batik berukuran 120 x 200 sentimeter yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai kain busana, sarung, maupun berbagai produk kerajinan bernilai jual.

Keberhasilan program ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Karangampel, Befris Feni Erfiyanti, yang terus memotivasi para peserta agar konsisten mengikuti seluruh tahapan pelatihan. Diharapkan, Batik Simbut bermotif “Tuk Gong” tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan yang mampu mengangkat nama Dusun Karangampel sebagai sentra batik berbasis kearifan lokal.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *