Vita Ervina: Jangan Tunggu Sakit, Warga Diminta Aktif BPJS
LINTASTIDARNEWS.ID (Magelang) – Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh warga.
Dalam kegiatan sosialisasi di Magelang, Vita menegaskan bahwa JKN-KIS merupakan instrumen penting negara dalam memberikan perlindungan kesehatan. Ia menilai, peran aktif masyarakat tidak hanya sebatas terdaftar, tetapi juga memahami mekanisme dan memastikan status kepesertaan tetap aktif.
“Keaktifan masyarakat dalam program JKN-KIS sangat menentukan keberlangsungan sistem jaminan kesehatan nasional. Semakin banyak yang aktif, maka sistem ini akan semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Vita.
Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terkait pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif. Dari sekitar 200 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, masih ditemukan sejumlah warga yang belum terdaftar dalam program BPJS Kesehatan.

“Masih banyak masyarakat yang belum mendaftar. Selain itu, saya juga sering menerima keluhan dari warga di fasilitas kesehatan karena status BPJS mereka tidak aktif. Ini tentu menjadi perhatian bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Magelang, Maya Susanti, mengungkapkan bahwa tingkat kepesertaan JKN-KIS di wilayahnya sudah cukup tinggi, namun masih perlu ditingkatkan dari sisi keaktifan peserta.
“Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa perlindungan kesehatan itu penting, jangan menunggu sakit dulu baru mendaftar,” kata Maya.
Ia memaparkan, dari total sekitar 1,3 juta penduduk, sebanyak 98,26 persen telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Namun, baru sekitar 71 persen yang berstatus aktif, sementara 27 persen lainnya belum aktif dan sekitar 2 persen masyarakat belum terdaftar sama sekali.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat yang belum terdaftar segera mendaftar, dan yang sudah terdaftar memastikan statusnya tetap aktif,” jelasnya.
Maya juga menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan terus berupaya melakukan pendataan warga kurang mampu agar dapat diikutsertakan dalam program ini, sehingga manfaat JKN-KIS bisa dirasakan secara merata.
Vita menegaskan, selain peningkatan partisipasi masyarakat, kualitas pelayanan kesehatan juga harus terus diperbaiki. Hal tersebut mencakup kemudahan akses, kecepatan layanan, hingga peningkatan fasilitas di berbagai fasilitas kesehatan.
“Harapannya, dengan partisipasi yang meningkat dan layanan yang terus diperbaiki, JKN-KIS benar-benar bisa menjadi jaminan perlindungan kesehatan yang optimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (dee)
