Smartwatch Makin Dilirik Perempuan, Bukan Sekadar Aksesori tapi Teman Menjaga Kebugaran
JAKARTA, LINTASTIDARNEWS.ID – Menjaga kesehatan di tengah kesibukan bukan perkara mudah. Bagi banyak perempuan, aktivitas seperti lari, berenang hingga bermain padel kini menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran sekaligus melepas penat dari rutinitas.
Seiring berkembangnya tren olahraga tersebut, penggunaan perangkat wearable seperti smartwatch juga semakin lekat dengan gaya hidup aktif. Perangkat yang awalnya identik sebagai penunjuk waktu dan aksesori teknologi kini memiliki fungsi yang lebih luas, terutama untuk membantu pengguna memantau aktivitas fisik dan kondisi tubuh.
Smartwatch memungkinkan pengguna mengetahui sejumlah data seperti detak jantung, kadar oksigen dalam darah atau SpO2, kualitas tidur hingga tingkat stres. Sejumlah perangkat bahkan menawarkan program latihan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan target penggunanya.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengatakan perangkat wearable saat ini menjadi salah satu produk yang banyak digunakan untuk mendukung gaya hidup sehat.
“Wearables yang diincar milenial maupun Gen Z harus sesuai gaya tampilan trendy yang mereka inginkan,” kata Andi di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, kebutuhan terhadap perangkat yang dapat mendukung aktivitas olahraga sekaligus tetap menunjang penampilan membuat perkembangan teknologi wearable tidak hanya berfokus pada fitur kesehatan.
Dari Lari hingga Padel
Pilihan olahraga di kalangan anak muda juga semakin beragam. Lari menjadi salah satu aktivitas yang relatif mudah dilakukan, sementara padel belakangan berkembang menjadi olahraga yang banyak diminati.
Karakter permainan padel yang cepat membuat olahraga ini membutuhkan pergerakan tubuh yang cukup aktif. Karena itu, perangkat pemantau aktivitas dapat digunakan untuk melihat respons tubuh selama maupun setelah berolahraga.
Namun, keberadaan smartwatch tentu bukan pengganti pelatih atau tenaga kesehatan. Data yang ditampilkan perangkat lebih tepat digunakan sebagai informasi tambahan agar pengguna dapat mengenali pola aktivitas tubuhnya dan menjaga konsistensi berolahraga.
Pada sejumlah smartwatch, pengguna juga dapat memilih program latihan berdasarkan tujuan tertentu. Mulai dari meningkatkan endurance, menjaga kebugaran hingga membantu membangun rutinitas lari secara bertahap.
Konsep tersebut membuat smartwatch perlahan bergeser dari sekadar aksesori menjadi perangkat pendukung kebiasaan hidup aktif.
Tetap Memperhatikan Gaya
Bagi generasi muda, fungsi teknologi bukan satu-satunya pertimbangan. Desain perangkat juga menjadi bagian dari pilihan, terutama karena smartwatch kerap digunakan sepanjang hari, bukan hanya ketika berolahraga.
Hal ini terlihat dari semakin beragamnya pilihan material, bentuk dan tampilan perangkat wearable di pasaran. Salah satunya Xiaomi yang pada Juli 2026 memperbarui lini wearable-nya dengan beberapa perangkat, termasuk Xiaomi Watch 5, Xiaomi Watch S5 46mm, Xiaomi Smart Band 10 Pro dan Xiaomi Smart Band 10 Pro Ceramic Edition.
Xiaomi Smart Band 10 Pro Ceramic Edition, misalnya, mengusung layar AMOLED 1,74 inci dengan tingkat kecerahan hingga 2.000 nits dan refresh rate 60Hz.
Perangkat tersebut juga menawarkan sejumlah fitur pemantauan kesehatan, mulai dari detak jantung, SpO2, tingkat stres hingga analisis kualitas tidur berbasis HRV.
Untuk kebutuhan olahraga, perangkat wearable lain dalam lini tersebut juga menawarkan fitur khusus. Xiaomi Watch S5 46mm, misalnya, memiliki program Personal Running Coach dan sejumlah running course yang ditujukan untuk berbagai tingkat kemampuan.
Sementara itu, perangkat audio seperti TWS juga mulai menjadi bagian dari perlengkapan olahraga. Xiaomi Buds 6, misalnya, dirancang dengan bentuk yang ringan dan ergonomis untuk menunjang penggunaan ketika melakukan aktivitas seperti berlari.
Teknologi untuk Membantu Konsisten
Pada akhirnya, manfaat utama smartwatch bukan semata-mata soal banyaknya fitur yang ditawarkan. Bagi pengguna yang aktif, perangkat tersebut dapat membantu membangun kebiasaan dengan memberikan gambaran mengenai aktivitas harian dan perkembangan latihan.
Pilihan perangkat pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak semua orang membutuhkan smartwatch dengan fitur paling lengkap. Bagi sebagian pengguna, pemantauan langkah, detak jantung dan kualitas tidur mungkin sudah cukup. Sementara mereka yang rutin berolahraga dapat mempertimbangkan perangkat dengan fitur latihan yang lebih lengkap.
Di lini Xiaomi sendiri, harga yang tercantum untuk perangkat yang diperkenalkan pada Juli 2026 berada di kisaran Rp1,299 juta hingga Rp5,499 juta, tergantung jenis dan fitur perangkat.
Dengan semakin menyatunya teknologi dan gaya hidup aktif, smartwatch kini dapat dilihat sebagai salah satu alat bantu untuk membangun rutinitas yang lebih teratur. Namun, teknologi tetap hanya menjadi pendamping. Konsistensi bergerak, berolahraga, beristirahat cukup dan memperhatikan kondisi tubuh tetap menjadi bagian terpenting dari gaya hidup sehat. (*)
