SMA Tarunamu Gunungpring Kobarkan Semangat Juang, Cetak Generasi Berkarakter dan Cinta Tanah Air
MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID — Semangat patriotisme dan nasionalisme berkobar di lingkungan SMA Taruna Muhammadiyah (SMA Tarunamu) Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, sekolah tersebut menggelar upacara bendera dengan penuh khidmat, disiplin, dan semangat kebangsaan.
Upacara yang berlangsung di lapangan sekolah itu mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Kegiatan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMA Tarunamu, serta keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Gunungpring, meliputi SD Muhammadiyah Gunungpring (SD MUGU), SMP Muhammadiyah Plus (SMP MPLUS), dan jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah serta Aisyiyah Gunungpring.
Bertindak sebagai pembina upacara, Mayor Jenderal (Purn.) Dr. Agus Winarna, S.I.P., M.Si., M.Tr., M.H., Dosen Tetap Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) sekaligus Penasihat Bidang Ketarunaan dan Akademik SMA Tarunamu Gunungpring.
Dalam amanatnya, Agus Winarna mengajak seluruh peserta upacara untuk tidak sekadar mengenang kemerdekaan, tetapi juga memahami bahwa kemerdekaan merupakan buah perjuangan panjang yang dibayar dengan pengorbanan, air mata, darah, dan jiwa para pahlawan.
Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan perjuangan tersebut dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan zaman.
“Perjuangan generasi saat ini bukan lagi mengangkat senjata di medan perang. Tantangan kita adalah melawan kebodohan, kemalasan membaca, lemahnya sopan santun, serta hilangnya harga diri bangsa akibat penggunaan teknologi digital yang tidak tepat,” tegasnya.
Ia menilai, pendidikan memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, memiliki karakter, berakhlak, dan mempunyai rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
“Di sinilah peran lembaga pendidikan Muhammadiyah menjadi penting, yakni mengasah kemampuan akademik sekaligus membentuk kader-kader calon pemimpin bangsa,” ujarnya.
Agus menekankan bahwa masa SMA merupakan fase yang sangat menentukan dalam pembentukan pola pikir, karakter, dan mental generasi muda. Karena itu, para taruna dan taruni SMA Tarunamu diminta memegang teguh empat prinsip disiplin.
“Fase SMA sangat krusial dalam membentuk pola pikir dan mental. Ada empat prinsip disiplin yang harus dipegang, yakni disiplin akademik dalam menuntut ilmu pengetahuan, disiplin personal dalam menjaga ketangguhan fisik dan mental, disiplin ibadah sebagai pondasi spiritual, serta disiplin sosial dalam membentuk akhlak dan kepedulian kepada sesama,” paparnya.
Untuk membangun keempat disiplin tersebut, lanjut Agus, diperlukan perpaduan antara pendidikan, latihan, dan pengasuhan yang dilakukan secara konsisten oleh para ustaz dan ustazah.
Selain itu, generasi muda juga harus memiliki bekal kompetensi yang kuat agar mampu menghadapi perubahan zaman.
“Secara akademis anak-anak juga harus membekali diri dengan 4B, yaitu berpikir kritis, berkomunikasi dengan santun, berkolaborasi dalam kebaikan, dan berkreasi menciptakan karya baru,” tambahnya.
Merah Putih Berkibar, Disiplin Taruna Menginspirasi
Upacara berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, rangkaian amanat hingga doa penutup, seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan penuh penghormatan.
Pasukan pengibar bendera SMA Tarunamu menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian. Dengan gerakan yang kompak, tegas, dan penuh disiplin, para taruna menunjukkan kesiapan serta dedikasi dalam menjalankan tugas kebangsaan.
Pengibaran Sang Saka Merah Putih bukan sekadar seremoni. Bagi para taruna, momen tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan harus dijaga dan diisi dengan prestasi serta pengabdian.
Semangat tersebut semakin terasa karena SMA Tarunamu Gunungpring pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini juga mendapat kepercayaan untuk mengirimkan anggotanya sebagai bagian dari Paskibraka di tingkat kecamatan dan kabupaten.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan SMA Tarunamu tidak hanya memberikan kontribusi di lingkungan sekolah, tetapi juga telah mengambil bagian dalam kegiatan kebangsaan di tengah masyarakat.
Keterlibatan para taruna dalam tugas Paskibraka sekaligus menjadi pembelajaran nyata tentang arti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, ketangguhan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semangat Kemerdekaan Berlanjut Lewat Seni
Setelah upacara, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dilanjutkan dengan pentas seni kemerdekaan. Berbagai amal usaha Muhammadiyah Gunungpring tampil menunjukkan kreativitas para siswanya.
SD Muhammadiyah Gunungpring menampilkan seni tari, menyanyi, serta atraksi bermain sepatu roda. Sementara SMP Muhammadiyah Plus menyuguhkan dua penampilan seni tari dan menyanyi.
SMA Tarunamu Gunungpring turut memeriahkan acara dengan penampilan menyanyi, tari, serta permainan instrumen biola.
Satu per satu penampilan siswa mendapat perhatian dan apresiasi dari para guru, siswa, serta seluruh hadirin. Pentas seni tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa mengisi kemerdekaan dapat dilakukan melalui kreativitas, prestasi, dan karya positif.
Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada pengibaran bendera. Ia diterjemahkan melalui pendidikan, seni, kedisiplinan, kebersamaan, dan keberanian generasi muda untuk terus berkembang.
Meneruskan Perjuangan dengan Pendidikan dan Prestasi
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SMA Tarunamu Gunungpring menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen pendidikan dalam membentuk generasi bangsa yang berkarakter.
Kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan merupakan amanah yang harus dijaga. Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata untuk merebut kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki medan perjuangan yang berbeda: ruang kelas, laboratorium, lapangan latihan, lingkungan sosial, dunia digital, dan berbagai ruang pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, menjadi generasi patriotik pada era modern tidak cukup hanya dengan menghafal sejarah perjuangan bangsa. Patriotisme harus diwujudkan melalui belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, menghormati orang lain, menjaga persatuan, menggunakan teknologi secara bijak, berprestasi, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui pendidikan yang memadukan akademik, ketarunaan, pembinaan karakter, dan nilai-nilai keislaman, SMA Tarunamu Gunungpring berupaya menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga tangguh, berakhlak, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya menjadi lebih dari sekadar upacara tahunan. Ia menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa kemerdekaan adalah warisan para pejuang, sedangkan menjaga dan memajukan Indonesia adalah tugas generasi penerus.
Dari Gunungpring, semangat itu terus dinyalakan: belajar untuk mencerdaskan bangsa, berdisiplin untuk membangun karakter, berkarya untuk negeri, dan berjuang untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.(N.A)
(Nurul Abadi)
