Sleman Bidik Kota Film UNESCO, Siapkan 500 Talenta Muda Tembus Industri Kreatif Global

0

SLEMAN, LINTASTIDARNEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat ekosistem perfilman sebagai langkah strategis menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bidang Film. Lebih dari sekadar mengejar pengakuan internasional, Sleman ingin menjadikan industri film sebagai ruang tumbuh kreativitas generasi muda sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang mampu membuka lapangan kerja dan menarik investasi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Jumpa Pers bertema “Sleman Menuju Jaringan Kota Film UNESCO (UCCN)”, Jumat (21/8/2026).

Bupati Sleman H. Harda Kiswaya,

“Sleman memiliki banyak anak muda dengan kreativitas dan kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi sineas, animator, pekerja kreatif, hingga pelaku industri perfilman,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Sleman mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, komunitas, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem perfilman yang kuat, berkelanjutan, sekaligus memiliki daya saing global.

Siapkan 500 Talenta Muda

Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. Mohammad Suyanto, M.M., yang dikenal sebagai Mr. M di dunia perfilman Hollywood sekaligus seorang sutradara, menyampaikan gagasan untuk menyiapkan sekitar 500 talenta muda Sleman melalui pendidikan dan pelatihan di bidang film, animasi, dan live action.

Program tersebut diharapkan mampu mempercepat regenerasi insan perfilman di Sleman. Generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi didorong menjadi kreator, pekerja profesional, hingga pengusaha di sektor industri kreatif.

Penguatan ekosistem juga dilakukan melalui rencana pembentukan Komisi Perfilman sebagai wadah koordinasi para pelaku dan profesional. Lembaga tersebut diharapkan dapat memperkuat arah pengembangan perfilman serta mempertemukan berbagai potensi yang selama ini tumbuh di Sleman.

Menurut Suyanto, karya lokal juga perlu dikembangkan dengan melibatkan talenta dan profesional dari industri perfilman internasional. Salah satu contohnya melalui proyek animasi “Aji Saka: The King, The Flower of Life”.

Baca Juga  Wamenkes Apresiasi Program Polda Jateng TOSS Presisi Berantas TB Paru Pada Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara Ke-80

Kolaborasi dengan industri internasional tersebut dinilai membuka peluang bagi talenta lokal untuk menghasilkan karya berstandar global. Jika dikembangkan secara serius, perfilman tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari ekspor ekonomi kreatif sekaligus pintu masuk investasi internasional.

Perkuat Ruang Kreatif

Sementara itu, Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman Dekhi Nugroho, S.E., M.Ec.Dev., mengatakan penguatan industri perfilman juga dilakukan dengan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi.

Pemkab Sleman mengembangkan Sleman Creative Space serta Taman Budaya Sleman sebagai ruang ekspresi, produksi gagasan, sekaligus sarana komunikasi dan kolaborasi bagi komunitas film serta pelaku ekonomi kreatif.

Keberadaan ruang kreatif tersebut diharapkan mampu menjadi tempat bertemunya ide, talenta, teknologi, dan peluang usaha sehingga menghasilkan ekosistem kreatif yang semakin hidup.

Sleman Lolos Seleksi Awal UCCN 2027

Moderator yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Edy Winarya, S.Sn., M.Si., menjelaskan bahwa Sleman telah lolos tahap pertama seleksi nasional dan masuk dalam enam kabupaten/kota yang mengikuti seleksi lanjutan pengusulan nominasi UCCN 2027 bidang Film.

“Di tahap kedua akan dipilih empat, kemudian tahap ketiga dipilih dua untuk selanjutnya diusulkan ke UNESCO,” jelas Edy.

Sleman dinilai memiliki modal kuat untuk membangun industri perfilman. Ekosistem tersebut didukung keberadaan studio film dan animasi, rumah produksi, komunitas, perguruan tinggi, sekolah, lembaga pelatihan, bioskop hingga televisi lokal.

Selain itu, Sleman telah mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Kreatif pada 2023, dengan subsektor Film, Animasi, dan Video sebagai salah satu bidang yang menjadi fokus pengembangan.

Dengan berbagai potensi tersebut, langkah menuju UCCN bukan semata-mata mengejar predikat internasional. Lebih jauh, Sleman ingin menjadikan perfilman sebagai mesin kreativitas, lapangan kerja, dan kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.
Jika langkah tersebut konsisten dilakukan, bukan tidak mungkin dari Sleman lahir sineas, animator, kreator, dan profesional muda yang mampu membawa cerita serta budaya lokal ke panggung industri kreatif dunia.
(Herman–Sleman)

Baca Juga  Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Diktukpa Integratif 2026, Tegaskan Amanah Jaga Kedaulatan NKRI
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *