Siap – Siap, Kulon Progo Akan Jadi Lokasi Proyek PLTS PLN Dengan Nilai Investasi Rp 574 Miliar
LINTASTIDARNEWS.ID (KULON PROGO) Kabupaten Kulon Progo akan menjadi lokasi pembangunan dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Perusahaan Listrik Negara (PLN). Proyek dengan investor asing ini bernilai puluhan juta Dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Sekretariat Daerah (Setda) Kulon Progo, Ari Fitriani menjelaskan PLTS tersebut merupakan program dari PLN.
“Jadi PLN punya program untuk membangun PLTS di seluruh Indonesia, kebetulan untuk Pulau Jawa salah satunya di Kulon Progo,” ungkap Ari pada Jumat (03/07/2026).
Pembangunan PLTS tersebut akan melibatkan investor asing asal Tiongkok dan memiliki perusahaan cabang di Indonesia. Nilai investasi dari proyek ini diperkirakan mencapai 32 juta Dolar AS atau sekitar Rp 574 miliar alias lebih dari setengah triliun (kurs Rp17.962 per $AS).
Menurut Ari, PLTS di Kulon Progo akan berdiri di lahan seluas 50 hektare (ha) dengan kapasitas 50 ribu megawatt. PLTS rencananya akan dibangun dekat Gardu Induk PLN Wates yang berada di Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon.
“Lokasinya sengaja cari yang dekat dengan Gardu Induk agar biayanya lebih efisien,” jelasnya.
Perusahaan yang hendak membangun PLTS tersebut sudah memberikan paparannya di hadapan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan pada Senin (29/06/2026) lalu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo akan memfasilitasi kepengurusan syarat-syarat untuk tender.
Menurut Ari, PLTS yang dibangun akan menggunakan panel yang sifatnya menyerap cahaya agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Izin Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) juga akan dipenuhi.
Lahan yang digunakan untuk PLTS pun diharapkan tetap bisa produktif agar bisa menghasilkan tanaman pangan. Namun dipastikan lahan yang akan digunakan bukan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD).
“Nanti lahannya bisa ditanam melon, semangka, atau sejenisnya,” kata Ari.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, investasi PLTS tersebut merupakan bagian dari program energi terbarukan milik PLN. Ia menyatakan pihaknya terbuka lebar untuk investasi tersebut.
Pihaknya akan memberikan dukungan dengan cara mengusulkan lahan yang sekiranya bisa digunakan untuk PLTS. Selain itu, keleluasaan akan diberikan dalam proses perizinan namun tanpa melanggar regulasi pusat dan daerah.
“Yang jelas kami mendukung penuh investasi pembangunan PLTS di Kulon Progo,” kata Agung. (rif)
