Sesrawungan Magelang Satukan Pecinta Alam, Rescue, dan Praktisi Pendakian

0
1778390656562

LINTASTIDARNEWS.ID (Kota Magelang) — Suasana hangat penuh obrolan dan tukar pengalaman terasa di Pendopo Mantyasih, Kota Magelang, Sabtu malam. Melalui kegiatan bertajuk Sesrawungan, para pegiat alam, relawan rescue, mahasiswa pecinta alam, porter, guide, hingga praktisi pendakian berkumpul dalam satu ruang diskusi untuk membahas berbagai persoalan di dunia pendakian dan kegiatan alam bebas.

Kegiatan ini menjadi wadah “srawung” atau berkumpul santai namun penuh makna, di mana para peserta bebas menyampaikan keresahan, pengalaman lapangan, hingga mencari solusi bersama terkait ekosistem pendakian yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, berbagai isu penting dibedah mulai dari penerapan standar operasional prosedur (SOP) saat pendakian, keselamatan para relawan rescue, perlindungan porter dan guide, hingga pembahasan mengenai sistem ekonomi bagi para pegiat alam agar tetap memiliki keberlanjutan finansial.

Tidak sedikit peserta yang membagikan pengalaman mereka saat menghadapi situasi darurat di gunung, minimnya perlindungan keselamatan bagi tim rescue, hingga tantangan menjaga kesadaran pendaki agar tetap mematuhi aturan selama berada di alam bebas.

Diskusi Komunitas dalam Ruang Sesrawungan

Menariknya, diskusi berlangsung santai namun tetap berbobot. Para peserta tampak aktif bertukar sudut pandang dan pengalaman lapangan, menciptakan suasana yang cair sekaligus produktif.

Narasumber dari 3S Management, Catoer Soesilo Wardojo, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dibuat sebagai ruang terbuka untuk membahas berbagai persoalan yang selama ini dialami para pegiat pecinta alam.

“Dalam diskusi ini kami membahas semua permasalahan yang terjadi ataupun yang dialami oleh para pegiat pecinta alam. Dibedah mulai dari akarnya lalu dicari solusi bersama. Karena di sini juga hadir para praktisi ahli yang memberikan input berdasarkan pengalaman dan pemahamannya,” ujar Catoer.

Ia menilai, dunia pendakian dan kegiatan alam bebas membutuhkan komunikasi lintas sektor yang lebih intens agar setiap persoalan tidak terus berulang tanpa solusi nyata.

Baca Juga  Forum Komunikasi Antar Ormas Kota Magelang Resmi Terbentuk, Wujudkan Sinergi Ormas dan Pemerintah dalam Pembangunan Daerah

Menurutnya, keberadaan forum seperti Sesrawungan menjadi penting karena mampu mempertemukan berbagai elemen dalam satu meja diskusi, mulai dari komunitas mahasiswa pecinta alam, relawan rescue survival, penggiat pendakian, hingga praktisi profesional.

Selain menjadi ruang berbagi ilmu dan pengalaman, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas antarpegiat alam di tengah meningkatnya aktivitas pendakian dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan konsep yang santai namun penuh substansi, Sesrawungan menghadirkan wajah baru forum diskusi komunitas yang lebih inklusif dan dekat dengan generasi muda. Tidak sekadar berkumpul, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyusun langkah bersama demi menciptakan budaya pendakian yang lebih aman, tertib, dan saling peduli. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *