Penduduk Indonesia Lima Kali Malaysia, Tapi Penjualan Mobil Masih Tertinggal, Ini Penjelasan Purbaya
LINTASTIDARNEWS.ID (JAKARTA) – Besarnya jumlah penduduk Indonesia belum mampu menjadi jaminan tingginya penjualan kendaraan roda empat. Fakta tersebut menjadi sorotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai pasar otomotif nasional masih belum mencerminkan potensi ekonomi domestik.
Dalam pembukaan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Purbaya mengungkapkan keheranannya melihat capaian penjualan mobil Indonesia yang masih setara dengan Malaysia, meski jumlah penduduk Indonesia hampir lima kali lebih besar.
“Penduduk kita sekitar lima kali Malaysia, tetapi penjualan mobilnya justru berada di kisaran yang sama, sekitar 800 ribu unit. Padahal Indonesia pernah mencatatkan penjualan hingga satu juta unit per tahun,” ujarnya.
Menurut Purbaya, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional masih perlu didorong agar industri otomotif kembali bergairah.
Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Jadi Faktor Utama
Purbaya menjelaskan, melambatnya pertumbuhan ekonomi dalam hampir satu dekade terakhir menjadi salah satu penyebab utama melemahnya pasar otomotif Indonesia. Selama periode 2015 hingga 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai belum mampu secara konsisten menembus angka 5 persen, sehingga berdampak terhadap kemampuan masyarakat membeli kendaraan baru.
Ia mengakui terdapat pelaku industri yang menilai iklim investasi masih menjadi hambatan. Namun, pemerintah disebut terbuka menerima masukan dari dunia usaha untuk memperbaiki berbagai kendala yang ada.
Purbaya bahkan mengajak para pelaku industri otomotif menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi agar pemerintah dapat mencari solusi yang tepat dalam menciptakan ekosistem investasi yang lebih kompetitif.
Daya Beli Masyarakat Perlu Diperkuat
Selain investasi, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap penguatan daya beli masyarakat. Purbaya menilai meningkatnya konsumsi domestik akan memberikan efek berantai bagi berbagai sektor industri, termasuk otomotif.
Dengan pasar domestik yang sangat besar, Indonesia dinilai memiliki peluang menjadi salah satu pasar kendaraan terbesar di Asia. Namun potensi tersebut baru dapat diwujudkan apabila pertumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan masyarakat, dan kepercayaan konsumen terus mengalami perbaikan.
Industri otomotif sendiri masih menjadi salah satu sektor manufaktur strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga penerimaan negara. Karena itu, pemerintah menilai pemulihan penjualan kendaraan menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. (*)
