PAN Kabupaten Magelang Bangkit Menuju 2029, Target Kembalikan Kursi DPRD Jadi Tekad Bersama

0
IMG-20260809-WA0014

MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Magelang mulai menggeber konsolidasi organisasi dan kaderisasi untuk membangun kembali kekuatan politik menuju Pemilu 2029. Pengalaman pernah menduduki enam kursi DPRD Kabupaten Magelang menjadi modal sejarah sekaligus tantangan untuk kembali merebut kepercayaan masyarakat.

Tekad tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Kabupaten Magelang yang digelar di Kantor DPD PAN Kabupaten Magelang, Minggu (9/8/2026).

Rakerda menjadi momentum evaluasi sekaligus menyusun langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta membangun kembali hubungan dengan masyarakat.

Ketua DPD PAN Kabupaten Magelang, Taufiq Ari Wibowo, mengakui kondisi politik PAN saat ini menjadi tantangan besar. Setelah pernah memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Magelang, PAN kini belum memiliki keterwakilan di lembaga legislatif daerah tersebut.

Namun, kondisi itu tidak ingin dipandang sebagai akhir perjalanan politik PAN.

“Kami pernah memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Magelang. Saat ini kami memang belum memiliki keterwakilan. Ini menjadi evaluasi besar bagi kami. Tetapi kami melihat kondisi ini sebagai momentum untuk membangun kembali organisasi, memperkuat kaderisasi, dan merebut kembali kepercayaan masyarakat,” ujar Taufiq.

Menurutnya, kebangkitan PAN tidak mungkin dilakukan secara instan. Penguatan harus dimulai dari struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa, disertai kaderisasi yang berkelanjutan.

Kader PAN, kata dia, harus memiliki kapasitas, integritas, sekaligus rekam jejak pengabdian yang nyata di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya hadir menjelang pemilu. Kader harus hadir dan bekerja bersama masyarakat sejak sekarang. Kami ingin membangun kembali kepercayaan itu melalui kerja nyata. Kalau kepercayaan masyarakat kembali, insyaallah keterwakilan politik juga akan kembali,” tegasnya.

Baca Juga  Dari Dinding Sekolah, Semangat Perjuangan Menjadi Pesan untuk Generasi Hebat

Perkuat Komunikasi dengan Berbagai Elemen

Rakerda tersebut turut dihadiri Koordinator Pembina Dapil Magelang-Boyolali, Renaldi Freyar Hawadi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Muhammad Nasirudin, serta Bendahara Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Machhendra Setyo Atmaja.

Hadir pula jajaran pengurus dan kader DPD PAN Kabupaten Magelang.

Kehadiran sejumlah tokoh tersebut menjadi bagian dari upaya PAN memperluas komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. PAN menilai organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, komunitas kepemudaan, hingga kelompok civil society memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

Taufiq menegaskan, komunikasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mencampuri independensi organisasi masyarakat, melainkan sebagai ruang silaturahmi, dialog dan penyerapan aspirasi.

“Kami menghormati independensi setiap organisasi. Yang ingin kami bangun adalah komunikasi dan silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat. PAN ingin mendengar persoalan masyarakat dan bagaimana kader-kader PAN dapat ikut memberikan solusi,” jelasnya.

Tidak Lagi Menunggu Tahun Politik

PAN Kabupaten Magelang juga menjadikan pengalaman kehilangan seluruh kursi legislatif sebagai pelajaran penting. Partai tidak ingin mengulang pola kerja politik yang hanya menguat ketika memasuki tahun pemilu.

Sebaliknya, kader didorong untuk hadir secara konsisten di tengah masyarakat sejak jauh-jauh hari sebelum kontestasi politik berlangsung.

Kerja sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, kepemudaan, lingkungan, hingga berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada warga akan menjadi bagian dari strategi membangun kembali kepercayaan publik.

“Kami ingin masyarakat melihat PAN bukan hanya ketika membutuhkan suara. Kader harus hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi,” menjadi semangat yang terus didorong dalam konsolidasi partai.

Sementara itu, Renaldi Freyar Hawadi menekankan pentingnya konsolidasi yang serius, terukur dan berkelanjutan.

“PAN Kabupaten Magelang pernah memiliki enam kursi. Artinya, PAN memiliki pengalaman dan modal sejarah politik yang cukup kuat di daerah ini. Sekarang memang harus membangun kembali dari awal. Karena itu, konsolidasi, kaderisasi, kerja nyata, dan strategi yang terukur harus dilakukan secara serius,” kata Renaldi.

Baca Juga  Polres Magelang Kota Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Magelang Utara

Menurutnya, target menuju Pemilu 2029 tidak cukup hanya dibangun dengan struktur organisasi di atas kertas. Diperlukan kader yang aktif, solid dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Rakerda PAN Kabupaten Magelang pun menjadi titik awal untuk menyatukan langkah seluruh jajaran partai. Dengan mengandalkan konsolidasi, kaderisasi dan kerja nyata, PAN bertekad mengubah pengalaman kekalahan politik menjadi energi untuk bangkit dan kembali memperoleh tempat di hati masyarakat Kabupaten Magelang.

Targetnya jelas: PAN Kabupaten Magelang ingin kembali memiliki wakil di DPRD pada Pemilu 2029.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *