Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pakan Satwa, Ini Rekam Jejak Karier Chairul Anwar
LINTASTIDARNEWS.ID (SURABAYA) – Nama Chairul Anwar kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan menetapkannya sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan pakan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Nilai kerugian negara dalam perkara ini diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.
Kasus tersebut membuat perjalanan karier Chairul Anwar kembali diperbincangkan. Sebelum tersandung perkara hukum, ia dikenal sebagai sosok yang pernah memimpin salah satu kebun binatang terbesar dan paling bersejarah di Indonesia.
Pernah Menjabat Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya
Chairul Anwar pernah dipercaya sebagai Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya. Saat memimpin KBS, ia memiliki tanggung jawab mengelola operasional lembaga konservasi tersebut, mulai dari kesejahteraan satwa, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan destinasi wisata edukasi.
Di bawah kepemimpinannya, KBS menjalankan berbagai program perawatan satwa dan pengembangan fasilitas. Namun, belakangan sejumlah kebijakan, khususnya terkait pengadaan pakan satwa, menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Diduga Terlibat Korupsi Pengadaan Pakan Satwa
Penyidik menemukan dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan pakan satwa yang berlangsung saat Chairul Anwar masih menjabat. Dugaan tersebut berkaitan dengan mekanisme pengadaan yang dinilai tidak sesuai ketentuan sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara hingga sekitar Rp10 miliar.
Dalam penyidikan yang tengah berjalan, Chairul Anwar telah ditetapkan sebagai tersangka bersama pihak lain yang diduga memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut. Meski demikian, proses hukum masih berlangsung dan asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Kasus Jadi Sorotan Publik
Penetapan tersangka terhadap mantan orang nomor satu di Kebun Binatang Surabaya ini menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, anggaran pengadaan pakan satwa merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup koleksi satwa di KBS.
Publik kini menunggu perkembangan proses penyidikan untuk mengetahui secara rinci bagaimana dugaan penyimpangan tersebut terjadi, siapa saja pihak yang bertanggung jawab, serta langkah hukum yang akan ditempuh aparat penegak hukum dalam mengusut perkara hingga tuntas. (*)
