Dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, kegiatan pelepasan 2.570 lampion berlangsung aman dan lancar berkat pengamanan maksimal Polresta Magelang bersama unsur TNI dan stakeholder terkait
LINTASTIDARNEWS.ID (MAGELANG) – Langit Candi Borobudur kembali dipenuhi cahaya harapan saat sebanyak 2.570 lampion perdamaian diterbangkan dalam rangkaian kegiatan Lentera Perdamaian Lampion Waisak Borobudur 2026, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 10.000 peserta dan tamu undangan tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar berkat pengamanan maksimal yang dilakukan Polresta Magelang bersama unsur TNI dan stakeholder terkait.
Perayaan yang menjadi salah satu agenda utama Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) ini berlangsung di kawasan Marga Utama Candi Borobudur sejak pukul 16.30 WIB hingga 23.35 WIB. Ribuan peserta dari berbagai daerah dan mancanegara mengikuti rangkaian acara dengan khidmat, mulai dari doa bersama, meditasi, persembahan cahaya, hingga pelepasan lampion yang menjadi simbol perdamaian dan kebijaksanaan.
Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mendapat pengamanan menyeluruh guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami memastikan seluruh rangkaian Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE, termasuk Lentera Perdamaian Lampion Waisak Borobudur 2026, berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sinergi seluruh unsur pengamanan menjadi kunci suksesnya kegiatan berskala internasional ini,” ujar Kombes Pol Herbin Sianipar.
Pelepasan lampion dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pertama hadir sejumlah tokoh nasional dan internasional, di antaranya Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Supriyadi, Wakapolda Jawa Tengah Irjen Pol Usman Latif, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, serta para duta besar negara sahabat.
Sementara itu, sesi kedua dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Ketua Umum DPP Walubi Hartati Murdaya, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
Ketua Umum Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI), Agus Jaya, menyampaikan bahwa pelepasan lampion merupakan simbol pelepasan kotoran batin sekaligus harapan agar cahaya kebijaksanaan dan kedamaian terus menerangi kehidupan umat manusia.
“Borobudur bukan hanya warisan budaya dunia, tetapi juga pusat spiritual yang menyatukan berbagai kalangan dalam semangat toleransi, persaudaraan, dan perdamaian,” ungkapnya.
Ketua Panitia Lampion Waisak Borobudur 2026, Fatmawati, menambahkan bahwa perayaan tersebut menjadi simbol persatuan dan harapan di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi dunia saat ini.
Kemegahan acara semakin terasa dengan penampilan drone show yang memukau ribuan peserta sebelum pelepasan lampion dilakukan secara simbolis oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Agama RI, Ketua MBMI Agus Jaya, dan Ketua Panitia Fatmawati.
Selama kegiatan berlangsung, Kapolresta Magelang bersama jajaran pejabat utama Polresta Magelang turut melakukan pemantauan dan pengecekan langsung di sejumlah titik pengamanan. Hasil pemantauan menunjukkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan keamanan yang berarti hingga acara berakhir.
Selain Lentera Perdamaian Lampion Waisak 2026, kawasan Candi Borobudur juga menjadi lokasi pelaksanaan prosesi Detik-Detik Waisak Nasional 2570 BE serta Dharmasanti Waisak yang diselenggarakan oleh Walubi.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti kuat sinergi Polri, TNI, panitia, pengelola kawasan Borobudur, dan seluruh pihak terkait dalam mendukung kelancaran salah satu perayaan keagamaan terbesar di Indonesia yang membawa pesan perdamaian bagi dunia.(Gus)
