Bupati Sukoharjo Ditangkap KPK, Wabup Sapto Ditunjuk PLT Kepala Daerah

0
IMG-20260713-WA0054

LINTASTIDARNEWS.ID (Sukoharjo) Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendaagri) melalui Gubernur Jawa Tengah untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) kepala daerah. Sapto memastikan roda pemerintah dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan normal meski ada perkara dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Eko Sapto Purnomo mengatakan penunjukan sebagai pelaksana tugas kepala daerah diterima melalui telegram dari Kemendagri pada Sabtu (11/7/2026) malam. Sapto menindaklanjuti dengan menggelar rapat koordinasi bersama unsur forum komunitas pimpinan daerah (Forkopimda) Sukoharjo di Kantor Wakil Bupati pada Senin (13/7/2026).

Rapat koordinasi unsur Forkopimda Sukoharjo berlangsung selama lebih dari satu jam. Sebelumnya, Sapto mengumpulkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gedung Menara Wijaya.

“Kami melakukan langkah-langkah dengan berkoordinasi dengan unsur Forkopimda Sukoharjo. Termasuk meminta perangkat daerah untuk tetap tenang dan menjalankan tugas dalam melayani masyarakat sesuai target yang di tetapkan,” kata dia, Senin (13/7/2026).

Sapto juga memastikan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan sesuai jadwal. Upacara peringatan Hari Jadi Sukoharjo digelar di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo pada 15 Juli 2026.

Sementara itu, beberapa agenda kegiatan lain dipusatkan di kawasan Solo Baru seperti Pawai Budaya, Sukoharjo Expo, JobFair, Sukoharjo Food and Fashion Festival (SF3), hingga event lari Sukoharjo Spektakuler. “Hanya kegiatan-kegiatan yang bersifat euforia kami hilangkan seperti pesta kembang api. Kegiatan yang melibatkan masyarakat bakal terus berjalan,” ujar dia.

Terpisah, Sekda Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, memastikan 10 proyek strategis yang tengah dikerjakan berjalan tanpa halaman. Termasuk beberapa proyek pembangunan infrastruktur jalan dan penataan wajah kota.

Haris sapaan akrabnya, mengatakan esensi perayaan Hari Jadi Sukoharjo sebagai simbol sinergi pemerintah dengan masyarakat. Partisipasi masyarakat dibutuhkan dalam rangkaian agenda kegiatan Hari Jadi Sukoharjo.

Baca Juga  Polres Magelang Kota Lakukan Exhumasi Korban Dugaan Penganiayaan di Cacaban

“Rangkaian kegiatan Hari Jadi Sukoharjo tetap berjalan sesuai jadwal. Hanya ada sedikit penyesuaian dengan menghilangkan kegiatan bersifat euforia,” tutup Abdul Haris Widodo. (Armila)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *