Arkeolog Temukan Lantai Segi Enam Mirip Paving Block Modern di Trowulan, Diduga Bagian Permukiman Elit Majapahit

0
IMG_20260713_124248

LINTASTIDARNEWS.ID (MOJOKERTO) – Penemuan arkeologi terbaru di kawasan Trowulan kembali mengundang perhatian publik. Tim arkeolog menemukan struktur lantai berbentuk segi enam yang sekilas menyerupai paving block modern di area Situs Sentonorejo, Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Temuan unik tersebut muncul dalam kegiatan ekskavasi penyelamatan yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur bekerja sama dengan Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM). Penggalian berlangsung pada 24 Juni hingga 8 Juli 2026 dengan tujuan mengungkap lebih jauh jejak permukiman kuno yang diduga menjadi kawasan elite pada masa Kerajaan Majapahit.

Keberadaan lantai segi enam ini menjadi salah satu temuan paling menarik karena pola geometrinya sangat mirip dengan konsep paving block yang banyak digunakan pada era modern. Meski demikian, struktur tersebut diperkirakan telah dibuat lebih dari enam abad lalu menggunakan material tanah liat bakar yang disusun dengan tingkat presisi tinggi.

Ketua Tim Ekskavasi Situs Sentonorejo, Muhammad Ichwan, mengatakan karakter temuan di lokasi ini berbeda dibandingkan sejumlah situs Majapahit lain di kawasan Trowulan.

“Temuan di sini berbeda karakter dengan Situs Kumitir maupun Klinterejo. Ada struktur rata horizontal yang diduga sebagai lantai permukiman, lengkap dengan pagar-pagarnya. Di sisi utara juga terdapat susunan batu kali yang masih diteliti apakah berfungsi sebagai lantai atau jalan,” ujar Muhammad Ichwan.

Selain menemukan struktur bata merah kuno, tim arkeolog juga mengungkap susunan batu sungai, dinding bangunan, hingga pola ruang yang mengindikasikan kawasan tersebut merupakan lingkungan hunian dengan tata letak yang terencana. Penggalian dilakukan hingga kedalaman sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah saat ini.

Baca Juga  Polres Purbalingga Cek Harga Sembako di Pasar Segamas, Dipastikan Stabil

Menurut Ichwan, Situs Sentonorejo memiliki nilai arkeologis yang sangat tinggi karena berada dalam satu kompleks dengan sejumlah peninggalan penting lain, seperti Situs Umpak, Situs Sumur Upas, Candi Kedaton, dan Situs Lantai Segienam yang sebelumnya telah dikenal sebagai salah satu tinggalan unik di kawasan Trowulan.

Ia menilai teknologi konstruksi yang digunakan masyarakat Majapahit saat itu menunjukkan kemampuan rekayasa bangunan yang sudah sangat maju.

“Ternyata paving block segi enam sudah ada sejak zaman Majapahit. Teknologinya sudah maju, baik dari sisi estetika maupun sistem pengunciannya yang lebih rapat sehingga tidak mudah lepas,” kata Ichwan.

Sementara itu, dosen Departemen Arkeologi FIB UGM, Dwi Pradnyawan, menjelaskan bahwa penelitian di Sentonorejo menjadi bagian penting untuk memahami tata ruang ibu kota Majapahit secara lebih menyeluruh.

Menurutnya, berbagai situs di kawasan Trowulan saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan kawasan perkotaan kuno yang kompleks.

“Banyak kajian akademis yang menginterpretasikan kawasan Sentonorejo sebagai wilayah permukiman elite para bangsawan Majapahit. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai struktur kota pada masa itu,” ujar Dwi Pradnyawan.

Situs Lantai Segienam sendiri sebenarnya telah lama dikenal sebagai salah satu objek cagar budaya di Trowulan. Struktur lantai tersebut tersusun dari ubin tanah liat berbentuk segi enam yang diperkirakan merupakan bagian dari bangunan hunian masa Majapahit. Namun, hasil ekskavasi terbaru memperkuat dugaan bahwa kawasan Sentonorejo merupakan kompleks permukiman elit dengan sistem pembangunan yang jauh lebih maju daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Penemuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa masyarakat Majapahit telah memiliki pemahaman tinggi mengenai teknik konstruksi, tata ruang, serta estetika arsitektur. Bagi para arkeolog, setiap lapisan tanah yang berhasil dibuka di kawasan Trowulan menjadi potongan penting dalam menyusun kembali gambaran kejayaan ibu kota Kerajaan Majapahit, yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri untuk diungkap. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *