Edukasi “Anak Cerdas Keamanan Pangan” Perkuat Kewaspadaan Siswa Penerima MBG di SDN 13 Kassiloe

0
0_DThread_1787207522618_57861315505976

PANGKEP, LINTASTIDARNEWS.ID — Sebanyak 169 siswa UPTD SDN 13 Kassiloe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), mengikuti edukasi “Anak Cerdas Keamanan Pangan” pada Jumat, (07/08/2026). Kegiatan ini menjadi langkah edukatif untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan siswa terhadap keamanan makanan yang mereka konsumsi, khususnya sebagai penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026. Program diarahkan untuk meningkatkan literasi sekaligus keterampilan sederhana siswa dalam mengenali makanan yang berpotensi tidak aman serta mendorong keberanian mereka melaporkan temuan kepada guru.

Dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis praktik, siswa diperkenalkan pada Paket Edukasi “Anak Cerdas Keamanan Pangan” yang terdiri atas poster, flipchart, kartu edukatif, modul panduan deteksi dini keamanan makanan, serta alat bantu simulasi makanan aman dan makanan yang perlu diwaspadai.

Melalui media tersebut, siswa belajar mengenali sejumlah indikator sederhana sebelum mengonsumsi makanan, antara lain perubahan warna, bau yang tidak normal, perubahan tekstur, kebersihan makanan dan wadah, serta kondisi kemasan.
Pesan utama yang ditekankan kepada siswa sangat sederhana dan mudah diingat: “Kenali – Jangan Konsumsi – Laporkan.”
Artinya, ketika menemukan makanan yang mencurigakan, siswa tidak dianjurkan mencoba atau mengonsumsinya. Mereka justru diarahkan untuk segera melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang bertanggung jawab.

Kegiatan ini memiliki arti penting bagi UPTD SDN 13 Kassiloe karena sekolah tersebut merupakan salah satu penerima manfaat MBG dan sebelumnya pernah mengalami kejadian keracunan makanan pada Desember 2025. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan siswa diharapkan dapat menjadi salah satu lapisan deteksi dini dalam menciptakan lingkungan sekolah yang semakin aman terhadap risiko pangan.
Kepala UPTD SDN 13 Kassiloe, H. Irwan, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan edukasi tersebut.

Baca Juga  KLH RI Beri Penghargaan ke Kab. Magelang Adiwiyata Mandiri Dan Adiwiyata Nasional

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi keamanan pangan ini. Anak-anak bukan hanya perlu mendapatkan makanan yang bergizi, tetapi juga perlu mengetahui bagaimana mengenali makanan yang aman dan apa yang harus dilakukan jika menemukan makanan yang mencurigakan. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat menjadi kebiasaan bagi siswa dan terus diterapkan di sekolah,” ujar H. Irwan.

Menurutnya, keberlanjutan edukasi keamanan pangan juga membutuhkan keterlibatan aktif para guru. Guru diharapkan terus mengingatkan siswa mengenai pentingnya keamanan pangan sekaligus memberikan respons yang tepat apabila terdapat laporan mengenai makanan yang mereka konsumsi.
Sementara itu, tim pelaksana menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk menggantikan sistem pengawasan keamanan pangan yang dilakukan oleh penyedia maupun pengelola MBG. Siswa ditempatkan sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini, terutama melalui kemampuan mengamati kondisi makanan secara sederhana dan melaporkannya kepada orang dewasa.

Suasana edukasi semakin menarik ketika siswa mengikuti sesi simulasi. Mereka diberikan berbagai contoh kondisi makanan dan diminta mengidentifikasi karakteristik yang perlu diwaspadai. Dengan metode tersebut, siswa tidak sekadar menerima materi secara teori, tetapi juga belajar mengambil keputusan melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Program “Anak Cerdas Keamanan Pangan” sekaligus menjadi bentuk hilirisasi hasil penelitian dan pengalaman pengabdian tim pelaksana di bidang pangan, gizi, dan lingkungan sekolah. Media edukasi dirancang dengan pendekatan visual, sederhana, menarik, serta disesuaikan dengan tahap perkembangan anak agar pesan keamanan pangan lebih mudah dipahami dan diingat.

Diharapkan, kegiatan ini memberikan manfaat pada dua tingkatan. Pada tingkat individu, siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali makanan yang berpotensi tidak aman. Sedangkan pada tingkat sekolah, kegiatan ini diharapkan memperkuat peran guru dalam membangun budaya kewaspadaan dan kepedulian terhadap keamanan pangan.

Baca Juga  Menembus Sekat Perbedaan, PWKI Kota Magelang dan PP Kamajaya Tebar Kepedulian di Yaqindo Merajut Toleransi Lewat Aksi Nyata

Melalui edukasi tersebut, siswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat MBG, tetapi juga sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman pangan.
Pesan “Kenali – Jangan Konsumsi – Laporkan” diharapkan menjadi kebiasaan sederhana yang melekat pada diri siswa.

 

Dengan pengetahuan, keberanian melapor, serta dukungan guru dan pengelola sekolah, Program MBG diharapkan dapat terus berjalan dengan mengedepankan prinsip bergizi, sehat, aman, dan berkelanjutan.(Ainun-Mksr)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *