14 Penyuluh Agama Kota Yogyakarta Ikuti Pendidikan Pengawas Pemilu 2029

0
IMG-20260723-WA0079

LINTASTIDARNEWS.ID (YOGYAKARTA) Sebanyak 14 penyuluh Agama Islam dari KUA se-Kota Yogyakarta yang diwakili Arin Marliana dari KUA Pakualaman, Edi Mahrus dari KUA Mantrijeron, Awaludin Kirman dari KUA Kraton, Hartatik dari KUA Ngampilan, Jatmiko Ahmad dari KUA Jetis, Ariadi dari KUA Gedongtenggen, Isni Sulistyowati dari KUA Umbulharjo, Aminatut Taqiyah dari KUA Kotagede, Astuti dari KUA Gondomanan, Muhammad Agung Santoso dari KUA Danurejan, Ngatijan dari KUA Tegalrejo, Muchrimah dari KUA Mergangsan, Eko Agus Wibowo dari KUA Wirobrajan, Miftahul Anam dari KUA Gondokusuman, mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif yang diselenggarakan oleh BAWASLU Kota Yogyakarta, pada hari kamis (23/7/ 2026) di Aula BAWASLU Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Tema tersebut menekankan pentingnya peran penyuluh agama agar tidak hanya berfungsi dalam pembinaan umat, tetapi juga bergerak aktif mengawal proses demokrasi agar berjalan jujur, adil, dan beretika.

Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa penyuluh memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan di masyarakat.

“Penyuluh adalah corong moderasi beragama. Melalui pendidikan ini, kami ingin penyuluh berfungsi sebagai edukator dan bergerak menjadi pengawas partisipatif. Tujuannya satu, mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat, bebas dari hoaks, politik identitas, dan ujaran kebencian,” tegasnya.

Materi yang disampaikan meliputi teknis pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu, teknis pelaporan dugaan pelanggaran, teknis permohonan penyelesaian sengketa pemilu, teknis pengembangan gerakan pengawasan partisipatif, teknis pengawasan partisipatif berbasis digital, Narasumber berasal dari Bawaslu DIY dan Bawaslu kota Yogyakarta.

Pembukaan dan sambutan di sampaikan oleh BAWASLU Kota Yogyakarta, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, dan di buka oleh Ketua Bawaslu DIY.

Baca Juga  Breaking News: Teror “Begal Bokong” Mertoyudan Berakhir, Polisi Ringkus Pelaku Pelecehan Seksual di Santan Magelang

Komisioner Bawaslu Kota Yogyakarta menambahkan, pengawasan tidak hanya tugas Bawaslu. “Butuh keterlibatan semua elemen, termasuk penyuluh agama, Dengan jaringan penyuluh sampai tingkat kelurahan, pesan pemilu berintegritas bisa sampai ke akar rumput,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama. Para penyuluh sepakat menjadi agen pemilu damai dan menolak segala bentuk politik uang serta penyebaran informasi yang memecah belah umat.

Dengan adanya pendidikan ini, diharapkan penyuluh KUA Kota Yogyakarta dapat berfungsi optimal dan bergerak nyata untuk menciptakan iklim demokrasi yang sejuk menjelang Pemilu 2029. (rif)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *