Bantargebang Berstatus Darurat, Gunungan Sampah 60 Meter Lepaskan 6,3 Ton Gas Metana per Jam

0
Bargebang-Bakal-Jadi-Bahan-Bakar

LINTASTIDARNEWS.ID (BEKASI) – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, kini menghadapi kondisi yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Tumpukan sampah yang telah menjulang hingga sekitar 60 meter disebut menjadi ancaman serius, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Selain kapasitas yang hampir mencapai batas maksimal, gunungan sampah di kawasan tersebut juga menghasilkan emisi gas metana dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, TPST Bantargebang diperkirakan melepaskan sekitar 6,3 ton gas metana per jam, menjadikannya salah satu titik emisi metana terbesar dari sektor persampahan di Indonesia.

Gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang memiliki dampak pemanasan global jauh lebih besar dibanding karbon dioksida dalam jangka pendek. Emisi yang terus meningkat dari timbunan sampah tidak hanya memperburuk perubahan iklim, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran, ledakan gas, hingga gangguan kualitas udara di sekitar lokasi.

Setiap harinya, TPST Bantargebang menerima sekitar 7.000 ton sampah yang sebagian besar berasal dari wilayah DKI Jakarta. Tingginya volume sampah yang masuk setiap hari membuat kapasitas lahan semakin terbatas, sementara proses pengurangan sampah dari hulu masih belum mampu mengimbangi laju produksi limbah.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran berbagai pihak terhadap keberlanjutan operasional TPST Bantargebang. Pengelolaan sampah dinilai tidak lagi cukup hanya mengandalkan penumpukan di tempat pembuangan akhir, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan daur ulang, pengolahan sampah organik, serta pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Pakar lingkungan juga menilai emisi metana dari sektor persampahan dapat ditekan melalui optimalisasi sistem penangkapan gas (landfill gas recovery) untuk kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi. Langkah ini dinilai mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi dari gas yang selama ini terbuang ke atmosfer.

Baca Juga  Kodim Magelang Gelar PSJM Untuk Prajurit

Dengan kondisi gunungan sampah yang terus meninggi dan emisi gas yang semakin besar, TPST Bantargebang menjadi pengingat bahwa persoalan sampah di kawasan perkotaan membutuhkan solusi yang lebih komprehensif. Tanpa perubahan pola pengelolaan sampah secara menyeluruh, beban lingkungan diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *