Jelang Pilkades Serentak 2026, Warga Diteror Intimidasi Pria Bercadar, Kapolres Sukoharjo : Warga Jangan Takut Melapor
Oplus_131072
LINTASTIDARNEWS.ID (SUKOHARJO) Dugaan Intimidasi di alami warga Sukoharjo menjelang pemilihan Kepala Desa (PIlkades) serentak 2026. Kabar ini mencuat dalam kegiatan Safari Kamtibmas Polres Sukoharjo di Pendopo Kecamatan Nguter, Rabu (22/42026).
Aparat Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menindak tegas setiap bentuk gangguan keamanan.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengungkapkan, tidak akan menoleransi segala bentuk intimidasi yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat, khususnya menjelang Pilkades.
“Kalau ada intimidasi atau gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui Call Center 110. Anggota kami akan langsung menindaklanjuti di lapangan,” tegasnya.
Dugaan intimidasi disampaikan Kepala Desa (Kades) Kepuh, Marimo, dalam sesi dialog bersama Kapolres. Ia mengaku menerima laporan dari warganya yang didatangi seseorang tidak dikenal dengan memakai cadar dan melontarkan ucapan bernada tekanan.
“Memang baru sebatas ucapan, belum ada tindakan kriminal tapi ini perlu diantisipasi agar tidak betkembang,” ujarnya.
Menurut Marimo, situasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat jika tidak segera ditangani. Apalagi, Pilkades Serentak di Kecamatan Nguter akan digelar di 15 desa, dengan delapan petahana dikabarkan kembali mencalonkan diri.
Menanggapi hal itu, Kapolres Sukoharjo menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah-wilayah rawan, serta memperkuat komunikasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa dalam aturan hukum terbaru, tindakan yang mengganggu ketertiban umum dan norma sosial dapat dikenai sanksi pidana.
“Kami ingin semua tahapan Pilkades berjalan aman dan damai. Siapapun yang terpilih nanti harus didukung bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakapolres Sukoharjo Kompol Pariastutik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah. Ia menekankan pentingnya kedewasaan dalam berpolitik di tingkat desa agar tidak memicu perpecahan.
“Perbedaan pilihan itu hal biasa. Yang penting tetap menjaga persatuan dan keamanan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Nguter, Sukatman menambahkan, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat selama ini menjadi kunci terjaganya stabilitas wilayah. Namun, ia mengakui bahwa potensi kerawanan menjelang Pilkades tetap perlu diantisipasi sejak dini.
“Rencana 2026 ini akan dilaksanakan Pilkades di 150 Desa. Kami berharap melalui kegiatan ini, komunikasi semakin kuat dan setiap persoalan bisa segera dicarikan solusi,” tutupnya. (Armila)
