Kukuhkan Sedulur Ambulance Klaten, Bupati Percepat Koordinasi Kedaruratan

0
Oplus_131072

Oplus_131072

LINTASTIDARNEWS.ID (KLATEN) Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengukuhkan Pengurus Sedulur Ambulans Klaten (SAK) di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Selasa (20/4/2026). Terbentuknya paguyuban diharapkan memperkuat koordinasi dalam pelayanan kemanusiaan.

Ketua SAK, Husni Thamrin, menjelaskan ada 185 Ambulance relawan yang tergabung dalam SAK. Ambulance-ambulance itu berasal dari berbagai komunitas, di luar ambulance rumah sakit maupun dinas. Diantaranya ada dari Muhammadiyah, NU, MTA, LDII, kelompok keagamaan Katolik, Kristen, Hindu, Budha, serta relawan SAR dan PMI.

Husni menjelaskan SAK terbentuk agar lebih komunikatif dengan berbagai pihak termasuk Dinkes, BPBD,serta Dinsos P3APPB.

Selama ini ada kendala teknis di lapangan, maka dengan adanya SAK ini kami menjembatani agar lebih harmonis,” kata Husni saat ditemui di sela acara pengukuhan.

SAK segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) bersama Dinas Kesehatan. Hal itu termasuk pengaturan koordinasi wilayah agar respons terhadap kejadian darurat bisa dilakukan unit terdekat.

“Tarif minimal kami adalah nol rupiah, alias gratis. Kami melayani sepenuh hati meskipun kami juga terbuka menerima infak dari masyarakat yang memang siap berinfak,” ungkap Husni.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan SAK menjadi mitra strategis pemerintah daerah terutama dalam mobilisasi warga ketika mengalami kondisi kedaruratan di bidang kesehatan. Saat ini ada 185 ambulance yang tergabung dalam SAK. Artinya, ada sekitar 400 driver yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Hamenang mengungkapkan ambulance dari para relawan berfungsi sebagai transportasi dan berbeda dengan ambulance Dinkes, Puskesmas maupun rumah sakit yang dilengkapi peralatan medis.

Tapi hari ini realitasnya ambulance transportasi ini adalah hal yang paling utama yang dibutuhkan oleh warga masyarakat. Terbukti seringkali hadirnya ambulance dari Sedulur Ambulance Klaten ini yang kemudian bisa menjadi jawaban atas pertanyaan- pertanyaan masyarakat bagaimana dibutuhkan kecepatan amblance untuk bisa mengangkut pasien dari rumah menuju ke fasilitas kesehatan. Dari lokasi kecelakaan menuju ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya Hamenang.

Hamenang mengungkapkan ke depan pemerintah daerah akan memberikan pelatihan secara berkala kepada SAK. Tujuannya, agar para relawan ambulance minimal bisa memiliki standardisasi dalam menangani hingga membawa pasien menuju ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Sinergi Akmil–Pertamina, Ruang Makan Perwira Resmi Difungsikan

Hamenang juga berharap segera terbentuk koordinator per eks kawedanan maupun kecamatan. Tujuannya untuk memudahkan koordinasi hingga mempercepat respons pelayanan masyarakat yang mengalami kondisi kedaruratan. (Armila)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *