Polisi Pulihkan Dokumen Adminduk Terdampak Banjir

0
Oplus_131072

Oplus_131072

LINTASTIDARNEWS.ID (SUKOHARJO) Pagi itu, Suasana Dukuh Kaliwingko, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, belum sepenuhnya pulih dari sisa-sisa banjir.

Lumpur masih tampak di beberapa sudut, sementara warga perlahan menata kembali kehidupan mereka.

Di tengah situasi itu, kehadiran petugas Polres Sukoharjo membawa sedikit kelegaan.

Bukan untuk penegakan hukum, melainkan untuk membantu. Melalui layanan jemput bola, Sentra pelayanan Kepolisian terpadu (SPKT) Polres Sukoharjo membuka pelayanan langsung di tengah pemukiman warga, Sabtu (18/4/2026).

Warga yang sebelumnya kebingungan karena kehilangan dokumen penting, kini bisa mengurusnya tanpa harus pergi jauh.

Di pos pertemuan warga, antrean mulai terlihat sejak pagi. Warga datang membawa sisa-sisa berkas yang masih bisa diselamatkan, sebagian lagi hanya membawa harapan agar dokumen mereka bisa segera digantikan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kepala SPKT Polres Sukoharjo, IPTU Yuliadi mengatakan pihaknya memahami betul kondisi warga yang terdampak banjir.

Banyak dari mereka kehilangan dokumen penting seperti KTP, KK, hingga surat berharga lainnya.

Dalam kondisi seperti ini, kami tidak ingin masyarakat semakin terbebani. Karena itu, kami hadir langsung disini untuk membantu mempercepat proses pengurusan surat kehilangan,” ujarnya.

Tak sekedar melayani, petugas juga tampak berinteraksi hangat dengan warga.

Sesekali membantu mengisi formulir, memberi penjelasan, hingga menenangkan warga yang masih terlihat cemas.

Dalam waktu kurang dari empat jam, sebanyak 150 surat kehilangan berhasil diproses.

Selain itu, 25 warga lainnya memanfaatkan layanan konsultasi untuk memastikan langkah yang harus mereka tempuh setelah kehilangan dokumen akibat banjir.

Bagi warga, kehadiran layanan ini bukan sekedar kemudahan administratif. Lebih dari itu, ini adalah bentuk perhatian yang nyata.

Kami sangat terbantu kalau harus ke kantor Polisi, mungkin kami masih kesulitan karena kondisi belum sepenuhnya pulih,” ungkap salah satu warga.

IPTU Yuliadi menegaskan pelayanan seperti ini akan terus diupayakan, terutama dalam situasi darurat.

Baca Juga  Libur Nataru, Wisatawan Banjiri Obyek Wisata Ketep Pass Magelang

Baginya, kehadiran polisi tidak hanya soal keamanan, tetapi juga soal kepedulian.

“Kami ingin hadir tidak hanya saat ada masalah hukum, tapi juga saat masyarakat membutuhkan bantuan seperti ini,” tegasnya.

Menjelang siang, antrean mulai berkurang, warga pulang dengan membawa secarik surat yang menjadi langkah awal untuk memulihkan kembali kehidupan mereka.

Di tengah duka akibat banjir, setidaknya ada satu hal yang terasa menguatkan mereka tidak sendiri.

“Kegiatan ini juga menggandeng Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Sukoharjo, sehingga adminduk seperti KK, dan KTP, yang hilang atau rusak akibat banjir bisa langsung dibuatkan yang baru sebagai penggantinya,” pungkasnya. (Armila)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *