Halal Bihalal, Ribuan ASN Hingga Buruh Penuhi Gedung Budi Sasono Sukoharjo
Oplus_131072
LINTASTIDARNEWS.ID (SUKOHARJO) Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI-Polri dan Perangkat Desa hingga perwakilan organisasi buruh mengikuti kegiatan halalbihalal di Gedung Budi Sasono Sukoharjo, Selasa (14/4/2026) pagi. Kegiatan itu menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo dengan elemen masyarakat.
Kegiatan halalbihalal itu diikuti unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Sukoharjo. Kapolsek dan Danramil se-Sukoharjo, kepala serta perwakilan perusahaan, organisasi buruh hingga hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga hadir.
Acara diawali dengan ikrar halalbihalal yang dibacakan Sekda Sukoharjo, Abdul Haris Widodo. Selepas ikrar halalbihalal dilanjutkan dengan saling bersalaman dengan unsur Forkopimda Sukoharjo.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan kegiatan halalbihalal merupakan tradisi untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan selepas lebaran. Kegiatan halalbihalal juga menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah dengan elemen masyarakat.
“Kegiatan halalbihalal ini merupakan agenda rutin selepas momen lebaran. Kegiatan ini sekaligus untuk memperkuat sinergi Pemkab Sukoharjo dengan elemen masyarakat,” kata dia.
Bupati Etik menjelaskan Pemkab Sukoharjo berupaya meningkatkan fasilitas publik sebagai bagian dari peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Salah satunya dengan membangun gedung pertemuan Budi Sasono di kawasan Simpang Lima atau Proliman Sukoharjo.
Gedung Budi Sasono Sukoharjo sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk beragam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti hajatan pernikahan, pertemuan, hingga pameran.
“Ada masukan dari penyewa, kondisi air conditioner (AC) Gedung Budi Sasono kurang dingin. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” papar dia.
Sementara itu, Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sukoharjo, Teguh Pramono, mengatakan kegiatan halalbihalal menjadi ajang refleksi dalam menjalankan roda pemerintahan dengan program-program pembangunan daerah baik fisik maupun nonfisik yang berdampak terhadap masyarakat.
Sinergitas antara pemerintah, pengusaha dan elemen masyarakat manjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat implementasi program pembangunan daerah. (Armila)
