Vita Ervina Dorong Perluasan Program Makan Bergizi Gratis ke Wilayah 3T
LINTASTIDARNEWS.ID (Magelang) – Anggota DPR RI Vita Ervina mendorong perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih difokuskan pada wilayah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pemerataan layanan gizi bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Vita saat menghadiri kegiatan sosialisasi program MBG bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI di Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang dan dilaksanakan secara bertahap.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif nasional yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sekaligus menekan angka stunting di Indonesia.
Menurut Vita, tujuan utama program tersebut tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga sebagai upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

“Tentu salah satunya agar memastikan anak-anak dapat asupan gizi yang tepat,” kata Vita.
Ia menilai, berdasarkan pengamatan di lapangan, sebaran SPPG di Indonesia saat ini masih banyak terfokus di wilayah perkotaan. Padahal, daerah 3T justru membutuhkan perhatian lebih karena masih banyak anak yang belum mendapatkan layanan gizi secara optimal.
“Sebagai wakil rakyat, saya mendorong perluasannya fokus ke 3T,” ujarnya.
Vita menegaskan, pemerataan layanan gizi merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh anak Indonesia. Dengan demikian, manfaat program MBG dapat dirasakan secara merata hingga ke daerah yang paling membutuhkan.
“Saya berharap keadilan sosial bagi seluruh anak Indonesia terpenuhi,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Vita juga menyoroti sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait distribusi makanan bergizi. Program MBG saat ini dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai mitra, namun faktor geografis di sejumlah wilayah menjadi tantangan tersendiri.
Menurutnya, satu SPPG idealnya melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 porsi makanan. Namun di beberapa daerah dengan akses sulit, jumlah porsi yang tersedia kerap tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga memengaruhi minat mitra untuk terlibat.
“Akibatnya minat para mitra agak kurang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono Budi Waluyo, menyambut baik undangan dari Vita Ervina untuk mengisi kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa wilayah kerja KPPG Sleman mencakup seluruh kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta serta wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Wilayah tersebut meliputi sejumlah daerah mulai dari Salatiga hingga Cilacap, termasuk Kabupaten Magelang.
Menurut Harsono, kehadirannya dalam kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai program MBG, sehingga peserta dapat mengetahui secara jelas mekanisme serta tujuan dari program tersebut.
“Diharapkan setelah sosialisasi ini para peserta bisa tahu persis MBG itu seperti apa, sehingga ketika ada hal-hal yang kurang pas dalam pelaksanaannya mereka bisa melihat secara objektif dan memberikan masukan yang konstruktif,” ujarnya.
Ia berharap, melalui sosialisasi tersebut masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan program MBG sekaligus memberikan masukan demi perbaikan pelaksanaan di masa mendatang.
“Demi keberlangsungan atau perbaikan program MBG,” pungkasnya. (dee)
