204 Flora dan Ratusan Satwa Terdokumentasi, BPI Luncurkan Buku Biodiversitas PLTU

0
IMG-20260701-WA0101

LINTASTIDARNEWS.ID (Batang) – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) meluncurkan buku bertajuk “Biodiversitas PLTU Jawa Tengah” sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keragaman hayati di kawasan proyek PLTU Jawa Tengah. Buku tersebut menjadi dokumentasi hasil penelitian sekaligus bukti nyata upaya konservasi flora dan fauna yang dilakukan bersama masyarakat dan pemerintah.
Peluncuran buku berlangsung di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa (30/6/2026), serta dihadiri unsur pemerintah, akademisi, peneliti, dan para pemangku kepentingan di bidang lingkungan hidup.

External Relation Manager BPI, Bagus Dona Doni, mengatakan penelitian mengenai keanekaragaman hayati dilakukan secara intensif, baik di kawasan PLTU maupun wilayah penyangga seperti Desa Roban Barat, Ujungnegoro, hingga kawasan konservasi pesisir Sigandu–Ujungnegoro.

“Hasil penelitian menunjukkan kawasan ini memiliki kekayaan ekosistem yang terdiri atas 204 jenis tumbuhan, 108 jenis burung termasuk 17 satwa dilindungi dan 16 burung migran dari Australia dan Asia, 80 jenis kupu-kupu, 36 jenis capung, 30 jenis herpetofauna atau reptil dan amfibi, serta tujuh jenis mamalia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, buku tersebut juga mendokumentasikan berbagai spesies penting yang kini hidup di kawasan konservasi PLTU, di antaranya Gelatik Jawa, Kepodang, elang, kera ekor panjang, hingga sejumlah burung migran. Bahkan, hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan jumlah spesies burung, kupu-kupu, dan capung sebagai indikator membaiknya kualitas ekosistem.

“Penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan bentuk keseriusan BPI dalam menjaga keragaman hayati di tengah pesatnya pembangunan di Kabupaten Batang. Hasil yang diperoleh saat ini masih merupakan tahap awal sehingga penelitian akan terus dilanjutkan,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Jatmika, mengapresiasi langkah BPI yang tidak hanya melakukan konservasi, tetapi juga mendokumentasikan seluruh prosesnya dalam sebuah buku.

Baca Juga  Angka Fatalitas Mudik di Klaten Menurun, Satlantas Ingatkan Tetap Hati-Hati

“Ini bukan sekadar buku, tetapi bukti nyata bahwa BPI telah melakukan reforestasi di kawasan penyangga dan pelestarian lingkungan. Rehabilitasi lahan penyangga seluas sembilan hektare yang dilakukan BPI dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di Jawa Tengah,” tegasnya.

Heru juga mendorong agar kawasan konservasi BPI dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi dunia pendidikan. Menurutnya, perusahaan dapat menyediakan zona pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin mempelajari keragaman hayati secara langsung.

Sementara itu, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hidayat Ashari, menilai hasil penelitian BPI telah menunjukkan terjadinya suksesi ekologi di kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi lingkungan. Namun demikian, ia berharap penelitian berikutnya dapat melibatkan lebih banyak masyarakat lokal.

“Hasilnya sudah menunjukkan adanya peningkatan keragaman hayati. Kawasan yang sebelumnya terdegradasi kini mulai menjadi habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna. Ke depan, penelitian lanjutan bersama masyarakat perlu terus dilakukan agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyampaikan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Menurutnya, BPI telah menunjukkan bahwa aktivitas industri dapat diselaraskan dengan upaya menjaga ekosistem melalui penelitian, rehabilitasi kawasan, penanaman mangrove, pengelolaan limbah, hingga konservasi keanekaragaman hayati.

“Melalui buku Biodiversitas PLTU Jawa Tengah ini, masyarakat dapat melihat secara nyata komitmen BPI dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan dapat berjalan seiring dengan upaya melestarikan keragaman hayati,” pungkasnya.

Keterangan Foto: PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) meluncurkan buku “Biodiversitas PLTU Jawa Tengah” sebagai bentuk komitmen dalam mendokumentasikan sekaligus melestarikan keragaman hayati di kawasan PLTU dan wilayah penyangga di Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *