Trump Disebut Siap Bela Gianni Infantino, Isu Lengserkan Presiden FIFA Memanas
LINTASTIDARNEWS.ID (Los Angeles) – Dinamika politik di tubuh FIFA kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut posisi Presiden FIFA, Gianni Infantino, tengah menghadapi tekanan dari sejumlah pihak di internal organisasi. Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan siap memberikan dukungan politik kepada Infantino, meski FIFA telah membantah adanya komunikasi langsung terkait isu tersebut.
Laporan yang pertama kali mencuat dari media Amerika Serikat menyebutkan bahwa sebagian kalangan di internal FIFA mulai mempertanyakan kepemimpinan Infantino. Pemicunya adalah gagalnya rencana pembentukan entitas baru yang akan mengelola hak komersial sejumlah turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, dengan skema pelepasan sekitar 20 persen kepemilikan kepada investor swasta.
Skema tersebut disebut berpotensi menghasilkan pendanaan hingga sekitar US$4,2 miliar. Namun, rencana itu mendapat penolakan dari berbagai pemangku kepentingan sehingga akhirnya tidak dilanjutkan. Kegagalan tersebut memicu spekulasi mengenai menurunnya dukungan terhadap Infantino menjelang agenda pemilihan Presiden FIFA berikutnya pada 2027.
Di tengah berkembangnya isu tersebut, beredar kabar bahwa Infantino berupaya mencari dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, FIFA secara tegas membantah laporan tersebut.
Dalam pernyataannya kepada Reuters, FIFA menyebut kabar bahwa Infantino menghubungi Trump atau pejabat pemerintah Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir sebagai “fiksi belaka”. Organisasi sepak bola dunia itu menegaskan tidak ada panggilan telepon maupun permintaan dukungan politik seperti yang diberitakan sejumlah media.
Sementara itu, Trump juga sebelumnya telah menyatakan dirinya tidak pernah berdiskusi dengan Infantino mengenai rencana penjualan sebagian aset komersial FIFA kepada investor eksternal. Pernyataan tersebut memperkuat bantahan bahwa tidak ada komunikasi khusus terkait polemik yang tengah berkembang.
Meski demikian, hubungan personal antara Trump dan Infantino selama beberapa tahun terakhir memang dikenal cukup dekat. Keduanya beberapa kali tampil bersama dalam sejumlah agenda internasional yang berkaitan dengan sepak bola. Kedekatan tersebut turut memunculkan spekulasi bahwa Trump berpotensi menjadi salah satu figur yang dapat memberikan dukungan politik apabila tekanan terhadap kepemimpinan Infantino semakin menguat.
Hingga kini belum ada proses resmi yang mengarah pada pemberhentian Presiden FIFA. Infantino sendiri masih menjabat sebagai orang nomor satu di organisasi sepak bola dunia tersebut, sementara isu mengenai upaya pelengserannya masih sebatas laporan dan dinamika politik internal yang belum berujung pada keputusan formal.
Perkembangan situasi ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian menjelang berbagai agenda penting FIFA, termasuk persiapan kompetisi internasional dan pemilihan Presiden FIFA periode berikutnya pada 2027. (*)
