Semarak HUT ke-81 RI, GPIB Beth-El Gelar GERMASA Bersama Lintas Iman

0
20260815_094617

KOTA MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Beth-El Kota Magelang melalui aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.

Mengusung semangat Gereja, Masyarakat dan Agama (GERMASA), GPIB Beth-El menggelar kegiatan bersih-bersih kota bersama masyarakat dan umat lintas iman, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Alun-alun Kota Magelang hingga sepanjang kawasan Pecinan. Selain menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program kebersihan kota yang dicanangkan Pemerintah Kota Magelang.

Ketua II Pengurus Harian Jemaat Majelis GPIB Beth-El, Penatua Reno Ranuh, mengatakan kegiatan bersih-bersih kota merupakan wujud kepedulian gereja terhadap lingkungan sekaligus bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam menjaga kebersihan Kota Magelang.

“Kegiatan bersih-bersih kota ini dilaksanakan dalam rangka menyambut ulang tahun ke-81 Kemerdekaan RI. Selain itu, sebagai upaya mendukung program kebersihan kota yang dicanangkan Pemkot Magelang,” kata Reno di sela kegiatan.

Libatkan Umat Lintas Iman

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan jemaat GPIB Beth-El. Gereja juga menggandeng umat Islam, umat Hindu dan umat Budha juga Yaqindo (Yayasan Amanah Qolbu Indonesia) untuk bersama-sama turun ke jalan membersihkan lingkungan.

Kebersamaan lintas iman itu menjadi gambaran nyata kuatnya toleransi dan semangat gotong royong antarumat beragama di Kota Magelang.

Reno menilai, keberadaan GPIB Beth-El yang berdampingan dengan Pura Jagat Nata semakin memperkuat wajah Kota Magelang sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi yang nyata.

“Kota Magelang sudah terlihat bersih dan tugas kita adalah mempertahankan kebersihan tersebut. Selain itu, dengan keberadaan Pura Jagat Nyatra di samping GPIB ini, keberagaman Alun-alun Bhinneka Tunggal Ika semakin terlihat dan menjadikan Kota Magelang sebagai contoh teladan kota toleransi di Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga  Ribuan Warga Curah Sokorini Muntilan Lestarikan Tradisi Nyadran

Menurutnya, kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum-forum formal, tetapi perlu diwujudkan melalui kegiatan bersama yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

GERMASA, Merawat Lingkungan dan Kerukunan

Reno menjelaskan, kegiatan bersih-bersih kota tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Bulan Gereja, Masyarakat dan Agama (GERMASA) yang dirayakan setiap bulan Agustus.

GERMASA diisi dengan berbagai kegiatan tematik, seperti bakti sosial, seminar, dialog kerukunan, serta kegiatan merawat lingkungan.

“GERMASA merupakan sikap iman dalam melestarikan dan merawat lingkungan serta menjaga kebersihan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun relasi dengan masyarakat dan umat beragama lainnya,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga semangat gotong royong dan toleransi tidak hanya muncul pada momentum tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kerukunan Harus Diwujudkan dalam Aksi

Sementara itu, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Magelang, Gede Mahardika, mengapresiasi langkah GPIB Beth-El yang mengajak umat lintas agama bergotong royong membersihkan kawasan kota.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebersihan. Kebersamaan umat beragama dalam satu kegiatan menjadi bukti bahwa kerukunan dapat diwujudkan melalui aksi nyata.

“Yang paling pokok yakni guyub-nya kita, bersihnya kita dan kerukunan antarumat beragama yang perlu dirintis setiap hari. Tidak hanya teori saja, melainkan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Gede Mahardika.

Ia menilai, kebersamaan lintas iman seperti yang dilakukan GPIB Beth-El perlu terus dikembangkan karena mampu memperkuat rasa persaudaraan sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi semakin bermakna. Bukan hanya dengan memasang atribut dan menggelar seremoni, tetapi juga melalui gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Baca Juga  Terdesak Utang Koperasi, Pekerja Bangunan di Magelang Nekat Bobol Gudang Kapulaga Majikan

Dari kegiatan bersih-bersih kota tersebut, pesan sederhana namun kuat kembali ditegaskan: kota yang bersih dirawat bersama, sementara kerukunan dibangun melalui kebersamaan.(Gus)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *