Presiden Prabowo Resmikan Rekor Akad Massal 62.710 Rumah Subsidi, Percepat Mimpi Masyarakat Miliki Hunian Layak

0
IMG-20260730-WA0094

BATANG, LINTASTIDARNEWS.ID — Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 62.710 unit rumah subsidi sekaligus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).

Program yang digelar Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut menjadi akad massal KPR subsidi terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Sebanyak 200 debitur mengikuti akad secara langsung di lokasi, sementara 62.510 debitur lainnya terhubung secara daring dari 372 kabupaten/kota di 36 provinsi. Selain itu, KUR Perumahan juga disalurkan kepada 7.100 debitur yang mencakup sektor penyedia (supply) maupun pemohon (demand).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penyediaan hunian layak merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus dipenuhi secara cepat dan masif.
“Kita mengerti bahwa masalah perumahan adalah masalah yang sangat vital, sangat krusial. Rakyat perlu perlindungan dari alam yang baik. Dan saya percaya bahwa kita akan lebih deras, lebih cepat, dan lebih masif,” ujar Presiden.

Prabowo mengungkapkan, pemerintah terus mempelajari berbagai inovasi pembangunan perumahan dari sejumlah negara sebagai referensi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah di Indonesia. Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah keberhasilan India membangun sekitar 40 juta rumah dalam kurun 12 tahun.

“Saya tertarik, ada pengalaman bangsa India. Mereka mampu membuat 40 juta rumah dalam 12 tahun. Jadi kira-kira 3 juta rumah setahun. Ini saya sedang pelajari bagaimana caranya. Kalau bangsa kita mau bangkit, mau transformasi, kita tidak boleh malu untuk belajar dari siapa pun,” katanya.

Di tengah tantangan global, Presiden juga mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran negara yang efisien dan bebas dari kebocoran agar berbagai program prioritas dapat berjalan optimal.
“Krisis dunia bukan krisis yang ringan. Perang itu sangat berbahaya dan dahsyat. Untuk itu kita harus lebih efisien, lebih hemat, lebih teliti, dan menekan semua kebocoran,” tegasnya.

Baca Juga  Peserta Membludak, 110 Jagal Muda Muhammadiyah PCM Muntilan Ikuti Apel Siaga dan Pelatihan Songsong Idul Qurban 1447 H

Selain pembangunan perumahan, Kepala Negara turut meluncurkan semangat baru melalui program Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menargetkan penyelesaian persoalan sampah nasional secara menyeluruh.
Presiden menargetkan, pada akhir tahun 2027 tidak lagi terdapat gunungan sampah di berbagai daerah di Indonesia.
“Di akhir 2027 masalah sampah di Indonesia saya minta sudah selesai, tidak ada lagi gunung sampah. Kita harus bertekad membersihkan semua kota kita, membersihkan semua kali kita, membersihkan semua sungai kita,” pungkasnya.

Peresmian akad massal tersebut dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, serta para kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah mempercepat kepemilikan rumah layak bagi masyarakat sekaligus menggerakkan sektor perumahan sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional.(Syaeful H-Pantura)

Keterangan Foto:
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutan saat meresmikan akad massal KPR Sejahtera FLPP untuk 62.710 unit rumah subsidi di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *