Merah Putih Berkibar, Tradisi Menggelora: Genito Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Kepahlawanan
MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID – Semangat kemerdekaan berkobar di Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar dengan cara yang unik sekaligus sarat makna. Seluruh petugas dan peserta upacara mengenakan busana adat, sementara rangkaian tata upacara menggunakan bahasa Jawa.
Bukan sekadar seremoni, upacara yang digelar di Lapangan Desa Genito, Senin (31/8/2026), menjadi gambaran nyata bagaimana semangat nasionalisme dapat tumbuh berdampingan dengan kecintaan terhadap budaya dan tradisi leluhur.
Bendera Merah Putih berkibar gagah di tengah lapangan. Di bawahnya, warga dari sembilan dusun, para pelajar, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Windusari berdiri tegap mengikuti jalannya upacara.
Kepala Desa Genito, H. Trasmantoyo, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula para pimpinan instansi dan lembaga serta kepala desa se-Kecamatan Windusari.
Dalam amanatnya, Trasmantoyo mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mensyukuri kemerdekaan Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sekaligus buah perjuangan para pahlawan.
Kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, menurutnya, harus terus dirawat melalui persatuan, gotong royong, kepedulian, dan semangat membangun desa.
“Pemerintah Desa Genito mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Genito dan pihak-pihak terkait atas dukungan dan partisipasinya dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Desa Genito,” ujar Trasmantoyo.
Dari Upacara ke Penghormatan Prestasi
Semangat perjuangan kemudian diwujudkan dalam bentuk apresiasi terhadap prestasi masyarakat. Seusai upacara, penghargaan diserahkan kepada Dusun Plalar yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Wana Lestari Kelompok Tani Hutan (KTH) tingkat nasional.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat membangun negeri tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui kerja nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi desa.
Suasana semakin semarak dengan penampilan tari “Cemeti Sekti” yang dibawakan siswi-siswi SMP Negeri 2 Windusari.
Merah Putih 81 Meter Membelah Jalan Desa
Perayaan kemudian berlanjut dengan Karnaval Desa dan Kirab Budaya. Ribuan energi kreativitas masyarakat dari berbagai dusun tumpah ke jalan. Beragam seni, budaya dan potensi masyarakat ditampilkan dalam karnaval yang mengambil start dan finish di lapangan desa dengan menempuh rute sekitar empat kilometer.
Yang paling mencuri perhatian adalah bendera Merah Putih raksasa sepanjang 81 meter yang diarak bersama peserta karnaval.
Bentangan merah dan putih itu menjadi simbol perjalanan 81 tahun Indonesia merdeka sekaligus pesan bahwa semangat kebangsaan harus terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Karnaval bukan hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan bahwa gotong royong, persatuan dan kecintaan kepada tanah air masih tumbuh kuat di tengah masyarakat pedesaan.
Grebeg Gunungan, Tradisi Syukur atas Kemerdekaan
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Grebeg Gunungan hasil bumi. Gunungan yang berisi berbagai hasil pertanian, seperti sayuran, wortel, jagung dan hasil bumi lainnya, terlebih dahulu didoakan sebelum diperebutkan warga.
Dalam sekejap, warga menyerbu gunungan. Sorak kegembiraan pecah ketika hasil bumi dibagikan dan diperebutkan masyarakat.
Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur yang terus dijaga masyarakat Genito.
Nasionalisme Tetap Menyala di Dada Warga
Babinsa Genito, Sertu Joko Sampurno, mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kekompakan dan semangat gotong royong seluruh masyarakat Desa Genito.
“Ini menunjukkan bahwa rasa dan sikap nasionalisme tetap tertanam di dada warga masyarakat Desa Genito. Mereka tidak lupa bersyukur atas kemerdekaan bangsa kita,” ungkapnya.
Joko menilai kemerdekaan telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk bekerja, bertani, berkarya, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, kemerdekaan patut disyukuri dengan semangat kebersamaan, termasuk melalui upacara peringatan dan tradisi merti desa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, seluruh petugas, peserta upacara, Forkopimcam Windusari, serta para pimpinan instansi dan lembaga yang turut hadir.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mengikuti upacara hari ini,” ujar anggota Koramil 04/Windusari Kodim 0705/Magelang tersebut.
Dari lapangan desa hingga sepanjang jalan yang dilalui kirab, Merah Putih bukan sekadar dikibarkan, tetapi dihidupkan dalam semangat warga. Genito menunjukkan bahwa 81 tahun Indonesia merdeka bukan alasan untuk berhenti mengenang perjuangan, melainkan momentum untuk terus bergerak, bergotong royong, menjaga budaya, dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
Dirgahayu Republik Indonesia. Merah Putih tetap berkibar, semangat perjuangan terus menyala.(*)
