Lindungi Konsumen, BPOM Jateng Bersama Vita Ervina Edukasi UMKM Magelang Soal Pangan dan Obat Aman

0
1783601073438

LINTASTIDARNEWS.ID (KABUPATEN MAGELANG) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah berkolaborasi dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menggelar sosialisasi keamanan pangan dan obat bagi masyarakat di Gedung Galan Living, Kabupaten Magelang, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Magelang sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih, mengolah, dan memasarkan produk yang aman serta memenuhi ketentuan perizinan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memastikan produk pangan maupun obat yang dikonsumsi telah memenuhi standar keamanan dan memiliki izin edar resmi. Sosialisasi juga ditujukan untuk mendorong pelaku usaha agar mengurus sertifikasi dan perizinan BPOM sehingga produk yang dipasarkan memiliki jaminan keamanan bagi masyarakat.

Kepala Balai Besar POM Semarang, Dra. Rustyawati, menjelaskan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk.

“Melalui Cek KLIK, masyarakat diharapkan selalu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli maupun mengonsumsi produk pangan dan obat-obatan. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan akibat penggunaan produk yang tidak memenuhi syarat,” ujar Rustyawati.

Ia juga memaparkan cara mengidentifikasi produk pangan dan obat yang beredar di pasaran, termasuk memperlihatkan sejumlah contoh produk yang mengandung bahan berbahaya sebagai bentuk edukasi sekaligus peringatan kepada peserta agar lebih teliti dalam memilih produk konsumsi.

Menurutnya, keberadaan BPOM memiliki peran penting dalam memastikan setiap produk yang beredar telah melalui proses pengujian laboratorium sehingga keamanan kandungan di dalamnya dapat dipertanggungjawabkan. Edukasi kepada masyarakat pun dinilai menjadi langkah preventif untuk menekan kasus keracunan akibat pangan maupun obat yang tidak memenuhi standar.

Baca Juga  Seorang Perempuan Tunawicara Gasak Perhiasan di Purbalingga

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menyampaikan dukungannya terhadap BPOM agar terus memperluas sosialisasi keamanan pangan dan obat hingga menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

“Kami mendukung BPOM untuk terus menggiatkan sosialisasi agar masyarakat semakin cerdas dan memahami pentingnya mengetahui kandungan serta identitas produk yang dikonsumsi setiap hari,” kata Vita Ervina.

Vita menambahkan, kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga ruang dialog antara masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, aspirasi maupun kendala yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan perlu dijembatani agar dapat dicarikan solusi bersama.

“Saya ingin kegiatan ini menjadi media berbagi sekaligus menjembatani masyarakat dengan instansi terkait. Berbagai persoalan yang disampaikan pelaku usaha akan kami dorong agar mendapatkan solusi sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, Vita mengungkapkan bahwa Komisi IX DPR RI juga terus memberikan perhatian terhadap pengajuan pagu anggaran untuk program KIE agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti materi dan aktif berdiskusi dengan para narasumber. Berbagai pertanyaan seputar proses perizinan BPOM, keamanan bahan pangan, hingga tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam memenuhi standar produksi menjadi pembahasan yang memperkaya jalannya sosialisasi. (dee)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *