Kebakaran di Lereng Merapi, Petugas Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Api di Kawasan TNGM

0
IMG-20260809-WA0039

MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID— Kebakaran melanda kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di wilayah Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Minggu (9/8/2026). Petugas gabungan langsung bergerak cepat melakukan pengecekan sekaligus pemadaman untuk mencegah api meluas.

Kebakaran diketahui terjadi di kawasan eks Petak 45, eks Dusun Ngori. Proses pengecekan dan pemadaman berlangsung selama sekitar empat jam, mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Kapolsek Srumbung AKP Suswanto memimpin langsung proses penanganan bersama personel Polsek Srumbung, anggota Koramil 16 Srumbung, petugas Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan Srumbung.

Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan petugas TNGM untuk memastikan titik api dan menentukan langkah penanganan. Tim kemudian bergerak menuju lokasi kebakaran yang berada di medan lereng Gunung Merapi dan cukup sulit dijangkau.

Pemadaman dilakukan secara manual dengan menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya jet shooter, parang, sekop, dan sabit.

Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Selain berada di lereng Merapi, lokasi kebakaran juga berada tidak jauh dari kawasan yang berpotensi terdampak luncuran material vulkanik. Karena itu, keselamatan petugas menjadi perhatian utama selama proses penanganan.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, sekitar pukul 18.00 WIB api akhirnya berhasil dipadamkan. Dari hasil pengecekan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,2 hektare.

Vegetasi yang terdampak kebakaran meliputi tanaman pinus, anggring, glagah, alang-alang, dan semak belukar. Kondisi vegetasi yang relatif kering serta tidak adanya sumber mata air di sekitar lokasi membuat api berpotensi cepat merambat apabila tidak segera ditangani.

“Begitu diketahui adanya titik api, petugas langsung melakukan pengecekan dan pemadaman dengan melibatkan unsur TNI, Polri, petugas TNGM dan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mencegah api meluas,” ujar AKP Suswanto.

Baca Juga  Berulang Tahun Ke-78, Satreskrim Polres Boyolali Baksos ke Panti Asuhan

Menurutnya, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.

Kapolsek Srumbung mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya ketika kondisi cuaca dan vegetasi cenderung kering.

Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan api.

“Apabila masyarakat mengetahui adanya titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada Polsek Srumbung, perangkat desa, atau petugas terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” imbaunya.

Penanganan cepat dan kolaboratif antara TNI, Polri, TNGM, serta masyarakat tersebut berhasil mencegah kebakaran meluas. Hingga kegiatan pemadaman selesai, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *