Jazz Goes To Campus Sambut 50 Tahun Perjalanan, Hadirkan The City Series dan Konser Gratis Bertabur Legenda Jazz di Jakarta
JAKARTA, LINTASTIDARNEWS.ID – Festival jazz kampus tertua di Indonesia, Jazz Goes To Campus (JGTC), mulai menyambut perjalanan emas menuju usia ke-50 tahun pada 2027 melalui peluncuran JGTC – The City Series (TCS). Program ini menjadi rangkaian perayaan setengah abad JGTC sekaligus bagian dari semangat menyongsong 500 tahun Kota Jakarta, dengan membawa musik jazz lebih dekat kepada masyarakat luas.
Mengusung semangat “Bringing Jazz to Campus”, JGTC kembali menegaskan perannya sebagai gerakan budaya yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang apresiasi seni, kolaborasi lintas generasi, serta penguatan ekosistem musik dan industri kreatif nasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Press Conference JGTC – The City Series di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara dibuka dengan talkshow yang mengulas perjalanan musik jazz di Indonesia, sejarah berdirinya JGTC, hingga kontribusinya dalam melahirkan berbagai musisi dan memperluas apresiasi jazz selama hampir lima dekade.
Suasana semakin semarak melalui penampilan megah Batavia Jazz Orchestra (BJO) Big Band, yang membawakan komposisi-komposisi jazz penuh energi. Pada kesempatan tersebut, JGTC juga memberikan penghargaan kepada seluruh Project Officer dari berbagai generasi sejak 1977 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga eksistensi festival jazz legendaris ini.
Mengangkat tema bahwa jazz dan Jakarta sama-sama mendunia, The City Series ingin menunjukkan bahwa keduanya memiliki karakter yang terbuka terhadap berbagai pengaruh budaya, terus berkembang melalui inovasi, namun tetap mempertahankan identitasnya. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan ruang seni di ibu kota.
Puncak rangkaian akan digelar melalui The 49th Jazz Goes To Campus – The City Series pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 19.00 WIB di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Konser ini terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya, menghadirkan kesempatan langka menikmati pertunjukan jazz berkualitas di salah satu pusat kesenian paling bersejarah di Indonesia.
Sejumlah nama besar dipastikan tampil menghibur, di antaranya Karimata, Krakatau, Harvey Malaihollo, Lydia Nursaid, dan Ricky Basuki, dengan dipandu oleh Indra Bekti dan Juju yang akan membawa suasana konser menjadi hangat dan penuh keakraban.
Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah aksi Ricky Basuki yang akan menghidupkan kembali dua karya legendaris Karimata ciptaan Candra Darusman, yakni “Yang Terjadi” dan “Rintangan”.
Pada lagu “Yang Terjadi”, Ricky Basuki akan berduet bersama Lydia Nursaid, menghidupkan kembali nuansa yang dahulu dipopulerkan bersama almarhumah January Christy. Sementara dalam lagu “Rintangan”, Ricky dan Lydia akan menghadirkan penghormatan bagi almarhum Dian Pramana Putra, yang sebelumnya menjadi pasangan duet Lydia dalam lagu tersebut.
Penampilan ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap dua sosok besar yang telah memberi warna penting dalam perjalanan musik jazz dan pop Indonesia.
Jazz Goes To Campus sendiri lahir pada 1976 atas gagasan Candra Darusman bersama Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Festival pertamanya digelar secara sederhana di Kampus UI Salemba dengan misi menghadirkan musik jazz yang saat itu identik dengan hotel berbintang dan kafe eksklusif agar lebih dekat dengan mahasiswa dan masyarakat.
Kini, setelah hampir lima dekade, JGTC menjelma menjadi festival jazz kampus terbesar sekaligus tertua di Indonesia. Tidak hanya menggelar festival utama di Kampus FEB UI Depok, JGTC juga aktif mengadakan roadshow, workshop, kompetisi, community night, hingga The City Series yang memperluas jangkauan apresiasi jazz ke berbagai daerah.
Selama perjalanannya, JGTC telah menghadirkan ratusan musisi nasional dan internasional, mulai dari Bubi Chen, Bill Saragih, Benny Likumahuwa, Ireng Maulana, Indra Lesmana, Glenn Fredly, Tompi, Andien, Tulus, MALIQ & D’Essentials, Raisa, hingga Dave Koz, Bob James, Daniel Powter, Lenka, Olivia Ong, dan Boyzlife.
Menjelang usia emasnya, Jazz Goes To Campus kembali menegaskan diri bukan sekadar festival musik, melainkan simbol perjalanan budaya yang terus menghubungkan lintas generasi, memperluas kecintaan terhadap jazz, serta membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan siapa pun. Dengan semangat tersebut, JGTC siap melangkah menuju perayaan 50 tahun sebagai salah satu tonggak paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia.(Kins)
