From Waste to Life, Perjalanan Bloome dari Tugas Kuliah Hingga Tampil di EKKN dan Magelang Fair

2
IMG-20260813-WA0120

LINTASTIDARNEWS.ID (MAGELANG) “Bumi menyediakan cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang, tetapi tidak untuk keserakahan setiap orang”. Merupakan kutipan dari Mahatma Gandhi yang menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Selama ini, kampanye pengurangan sampah plastik sering kali menjadikan inovasi kertas sebagai alternatif utama. Namun, mengganti plastik dengan kertas bukanlah solusi akhir jika sampah kertas tersebut pada akhirnya hanya menumpuk dan menjadi limbah baru di tempat pembuangan akhir.

Menjawab tantangan tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang menghadirkan inovasi revolusioner berupa plantable seed paper atau kertas benih yang diberi nama Bloome. Dipimpin oleh Naswa Nida Arianto sebagai ketua tim, bersama anggota timnya Fatma Amalia, Retno Dian Triutami, Selvi Meliana, dan Lufti Tri Wardani. Inovasi ini bermula dari tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang kemudian sukses meraih pendanaan Program Pemberdayaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2026.

Bloome dapat memanfaatkan limbah kertas yang diintegrasikan dengan benih tanaman, seperti bayam dan bunga marigold.

“Kertas daur ulang biasa tetap akan dibuang lagi setelah dipakai. Dari situ kami berpikir, kenapa tidak membuat kertas yang bisa ditanam dan tumbuh menjadi tanaman,” ungkap Naswa kepada lintastidarnews.id, Kamis (23/8/2026).

Mengusung filosofi “From Waste to Life”, Bloome menawarkan konsep ekonomi sirkular melalui berbagai varian produk fungsional seperti, kertas DIY origami untuk media edukatif ramah lingkungan yang interaktif bagi anak-anak, kemasan berkelanjutan seperti paper bag dan kertas kado, serta perlengkapan yang dapat di kustomisasi seperti undangan pernikahan, kalender, dan notebook yang siap di tanam jika sudah tidak terpakai.

Bloome aktif hadir dalam mengenalkan inovasi produknya melalui partisipasi aktif dalam memamerkan produknya di Expo Kewirausahaan (EKKN) Untidar pada 10 – 11 Juli 2026 dan pameran Magelang Fair pada awal Juli kemarin, serta aktif dalam publikasi kegiatannya melalui akun Instagram @bloome_seedpaper.

Baca Juga  Jelang Pilkades Serentak 2026, Warga Diteror Intimidasi Pria Bercadar, Kapolres Sukoharjo : Warga Jangan Takut Melapor

Kini, Bloome telah mengantongi legalitas resmi berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan SPPL. Melalui respons positif dan masyarakat luas, Bloome membuktikan bahwa limbah kertas bisa memiliki “Kehidupan Kedua”.

“Inovasi ini bukan sekedar bisnis mahasiswa, melainkan inspirasi aksi nyata mendukung keberlanjutan lingkungan yang lebih baik,” jelas Naswa. (rif)

Bagikan:

2 thoughts on “From Waste to Life, Perjalanan Bloome dari Tugas Kuliah Hingga Tampil di EKKN dan Magelang Fair”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *