FKM Unhas Selangkah Lagi Buka Program Profesi Kesehatan Masyarakat, Target Mulai 2027

0
1785552273631778_1916382430116

MAKASAR, LINTASTIDARNEWS.ID  – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) semakin memantapkan langkah menuju pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat. Persiapan tersebut dilakukan melalui pertemuan strategis bersama Kolegium Kesehatan Masyarakat Indonesia di Ruang Prof. Dr. dr. H. M. Rusli Ngatimin, MPH, Gedung C Lantai 1 FKM Unhas, Jumat (31/7/2026).

 

Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam percepatan pembentukan program studi profesi yang telah dirancang lebih dari tujuh tahun. Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FKM Unhas beserta jajaran pimpinan fakultas, Tim Task Force Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Kesehatan Masyarakat, serta delegasi Kolegium Kesehatan Masyarakat Indonesia yang dipimpin Ketua Kolegium, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM.

 

Agenda diawali dengan sambutan, dilanjutkan pemaparan kesiapan pembukaan program studi oleh Tim Kolegium dan Tim Universitas Hasanuddin. Kegiatan kemudian berlanjut dengan diskusi, penandatanganan berita acara, pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS), hingga penandatanganan PKS dan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk penguatan sinergi kedua institusi.

 

Pembahasan difokuskan pada penyusunan tahapan kerja sama, pemenuhan persyaratan penyelenggaraan pendidikan profesi, kesiapan sumber daya manusia, jejaring mitra praktik, serta kesesuaian dengan standar kompetensi dan standar pendidikan tinggi profesi kesehatan masyarakat.

 

Dekan FKM Unhas, Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D., mengatakan pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat merupakan agenda strategis yang telah lama dipersiapkan dan kini semakin mendapat landasan kuat setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

 

“Diskusi mengenai pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat telah kami lakukan selama lebih dari tujuh tahun. Setelah terbit Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, kami bersama Kolegium terus berdiskusi untuk mempercepat realisasinya dengan memastikan seluruh standar yang dipersyaratkan dapat dipenuhi,” ujar Ansariadi.

Baca Juga  Balita Meninggal Usai Tersedak Jelly

 

Sementara itu, Ketua Kolegium Kesehatan Masyarakat Indonesia, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan FKM Unhas dalam menyelenggarakan pendidikan profesi sesuai standar nasional.
Menurutnya, peninjauan dilakukan terhadap kesiapan dosen, jejaring mitra, pemenuhan standar kompetensi, hingga standar pendidikan tinggi profesi kesehatan masyarakat. “Harapannya, apabila seluruh aspek hukum dan kebijakan telah terpenuhi, program profesi ini dapat mulai berjalan pada awal tahun depan,” ungkapnya.

 

Dalam pendampingan tersebut, Tim Kolegium juga mengevaluasi kesiapan institusi dari sisi kurikulum, tenaga pengajar, mitra praktik, serta berbagai aspek akademik lainnya. Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar dalam proses pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat di Universitas Hasanuddin.

 

Apabila seluruh persyaratan akademik, administratif, dan aspek hukum berhasil dipenuhi, program studi profesi tersebut ditargetkan resmi dibuka pada awal tahun 2027. Kehadirannya diharapkan mampu mencetak tenaga kesehatan masyarakat yang profesional, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, serta memperkuat pembangunan kesehatan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

 

Langkah FKM Unhas ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas, serta Tujuan 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

 

Melalui kolaborasi dengan Kolegium Kesehatan Masyarakat Indonesia, FKM Unhas menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan profesi yang unggul guna menghasilkan tenaga kesehatan masyarakat yang kompeten, adaptif, dan siap menjawab tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia.(Ainun-Makasar)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *