DPR RI dan Kemenkes Gencarkan Germas di Magelang, Perangi Stunting dan TBC Demi Generasi Emas 2045

0
IMG_20260619_101848

LINTASTIDARNEWS.ID (KABUPATEN MAGELANG) – Upaya menekan angka stunting dan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Magelang terus diperkuat. Kementerian Kesehatan RI bersama Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat demi melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pada Jumat (19/06/2026) di Gedung Galan Living Kabupaten Magelang.

Kegiatan yang dihadiri 400 TP PKK dari Kecamatan Bandongan, Tempuran, Secang Mertoyudan dan Dukun menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Magelang bersama perwakilan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.

Dalam kesempatan itu, Vita Ervina menegaskan bahwa kualitas generasi muda menjadi faktor penting dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat dan cerdas. Karena itu, pencegahan stunting dan tuberkulosis harus menjadi perhatian bersama,” kata Vita Ervina.

Ia menilai persoalan stunting dan TBC tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan produktivitas bangsa pada masa mendatang.

“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Dengan pola hidup sehat dan kepedulian bersama, kita dapat melahirkan generasi yang unggul dan produktif,” ujarnya.

Kabupaten Magelang Terus Tekan Angka Stunting

Pemerintah Kabupaten Magelang saat ini mengalihkan fokus dari percepatan penurunan menuju pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan pada periode 2025-2029. Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), prevalensi stunting di Kabupaten Magelang pada 2024 tercatat sebesar 14,58 persen. Angka tersebut mendekati target nasional 14 persen.

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Magelang Dian Ekawati Grengseng Pamuji, menyebut capaian tersebut menjadi indikator penting pembangunan kesehatan daerah dalam jangka panjang.

Baca Juga  Kapolres Magelang Kota Cek Kesiapan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026, Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar

“Ini di Kabupaten sudah hampir mencapai hampir menuju target nasional untuk progres program stunting, kami juga menggerakkan kader PKK untuk giat rutin mensosialisasikan sampai ke warga di setiap lingkungan kampungnya” ungkapnya.

Masih banyak pekerjaan rumah untuk capaian yang diharapkan

Menurut Vita, dengan capaian persentase penekanan angka stunting untuk di kabupaten Magelang memang terbilang cukup baik. Namun, ia juga masih cukup memperhatikan angka stunting di beberapa daerah lain di Indonesia, karena ini masih menjadi bahan evaluasi buat kita semua untuk capaian angka yang baik secara merata di berbagai daerah.

“Kami harap pemerintah juga memperhatikan program – program sosialisasi seperti ini yang menjadi jembatan tukar pikir dalam menyelesaikan permasalahan dan mencari solusi langsung di lapangan, dan bisa menyentuh langsung ke masyarakat. Sehingga bisa menekan kasus stunting secara baik dan merata”. Ujar Vita Ervina, Anggota Komisi IX DPR RI.

Sugiarto, SKM., MKM., selaku Ketua Tim Kerja Organisasi Tata Leksana dan reformasi Birokrasi, Ditjen SDMK, Kemenkes sampaikan tugas secara keseluruhan mensupport dan memantau terkait program – program kesehatan.

“Kami dari Kemenkes, sudah membagi tugas di setiap daerah memiliki tim yang memantau berjalannya program – program prioritas di daerah tersebut. Tak hanya itu, kami juga berkoordinasi dengan stake holder daerah terkait”. katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Lies Pramudiyanti, M.M., menekankan pentingnya pengawasan dan keterlibatan lintas sektor dalam program tersebut.

“Stunting ini memang 30 persen di bidang kesehatan, sementara 70 persen sisanya di luar kesehatan, sehingga salah satu strategi kami adalah saling berkolaborasi dengan banyak OPD terkait bahkan juga dengan anggota DPR RI kali ini. Karena harapan kami bukan hanya menekan angka stunting tapi juga bercita – cita capai nol angka stunting di Kabupaten Magelang.” imbuhnya.

Baca Juga  Perkuat Kehumasan di Situasi Darurat, Polresta Magelang Ikuti Bimtek Mitigasi Pemberitaan Bencana

TBC Masih Menjadi Tantangan di Magelang

Selain stunting, tuberkulosis masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Magelang menilai rendahnya penemuan kasus baru, kondisi lingkungan rumah, hingga ketidakpatuhan menjalani pengobatan menjadi tantangan utama dalam pengendalian TBC.

Melalui sosialisasi Germas, masyarakat diajak membiasakan pola hidup sehat, menjaga sanitasi lingkungan, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta rutin memeriksakan kesehatan guna mencegah munculnya penyakit menular maupun masalah gizi.

Vita Ervina berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat mampu mempercepat lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

“Kalau kita ingin Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud, maka anak-anak hari ini harus tumbuh sehat dan terbebas dari stunting maupun TBC,” tegasnya. (wan)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *