Dandim Magelang Resmikan Jembatan Garuda Hasil Gotong Royong Warga dan TNI, Akhiri Isolasi Krakitan–Randusari
MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID – Penantian panjang masyarakat Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, akhirnya terwujud. Jembatan Garuda yang membentang di atas Kali Batang resmi dioperasikan dan menjadi penghubung vital antara Dusun Krakitan dan Dusun Randusari. Peresmian dilakukan langsung oleh Dandim 0705/Magelang Letkol Inf. Afrizal Rahman, didampingi Kasiren Korem 072/Pamungkas Letkol Inf. Indra Gunawan serta Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang David Rudiayanto.
Kehadiran Jembatan Garuda bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi menjadi simbol kuat semangat gotong royong antara masyarakat dan TNI dalam membuka akses bagi ribuan warga yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan mobilitas.
Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 4 meter itu dibangun melalui kolaborasi swadaya masyarakat bersama personel TNI. Sinergi tersebut berhasil mewujudkan harapan warga yang selama ini mendambakan akses penghubung yang aman dan layak.
Dalam sambutannya, Dandim 0705/Magelang Letkol Inf. Afrizal Rahman mengatakan bahwa Jembatan Garuda merupakan bukti nyata kekuatan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“Jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ini membuktikan bahwa ketika masyarakat dan TNI bersatu, tidak ada persoalan akses yang tidak bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat turut menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Saya berharap jembatan ini dirawat dengan baik karena akan memberikan akses bagi sekitar 5.000 jiwa serta memperlancar konektivitas dari wilayah Magelang menuju Sleman,” tambahnya.
Sekda Kabupaten Magelang David Rudiayanto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Magelang, TNI, dan masyarakat dalam mewujudkan kebutuhan warga akan akses penghubung antar-dusun.
Sebelum prosesi pemotongan pita, Dandim juga menyerahkan bantuan beras kepada ratusan warga kurang mampu di Desa Sucen. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial TNI, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran negara tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Sucen Husni Tamrin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah bergotong royong serta kepada Kodim 0705/Magelang yang turut mendukung pembangunan jembatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, TNI, dan Kodim 0705 Magelang atas semangat gotong royong dalam membangun jembatan ini. Terima kasih juga kepada Presiden H. Prabowo, sehingga warga kami akhirnya memiliki jembatan impian sebagai penghubung antar-dusun,” ungkapnya.
Keberadaan Jembatan Garuda membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat Desa Sucen. Akses transportasi yang sebelumnya harus memutar jauh kini menjadi lebih singkat, aman, dan efisien. Distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan diperkirakan semakin lancar, sementara anak-anak sekolah tidak lagi terkendala akses menuju fasilitas pendidikan.
Selain memperkuat aktivitas ekonomi, jembatan ini juga diharapkan meningkatkan interaksi sosial antarwarga sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan usaha masyarakat.
Pembangunan Jembatan Garuda menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mendukung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Lebih dari sekadar menghubungkan dua wilayah, jembatan ini menjadi simbol harapan baru bagi kemajuan Desa Sucen dan kesejahteraan masyarakatnya.(*)
