BPHTB Dongkrak PAD Batang, Pemkab Optimistis Kejar Target Rp240,6 Miliar pada Semester II
LINTASTIDARNEWS.ID (Batang) – Pemerintah Kabupaten Batang optimistis mampu mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp240,691 miliar. Hingga akhir semester pertama, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp108 miliar atau sekitar 45 persen dari target tahunan. Kepala Bidang Penagihan, Evaluasi dan Pelaporan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah BPKPAD Batang, Anisah, mengatakan capaian tersebut masih berada pada jalur yang sesuai dengan target. Menurutnya, masih tersedia waktu enam bulan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah.
“Dari target Rp240 miliar lebih, sekarang terealisasi sekitar Rp108 miliar atau sekitar 45 persen,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPKPAD Batang, Senin (6/7/2026).
Anisah menjelaskan, penerimaan terbesar hingga pertengahan tahun berasal dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Sementara sebagian besar jenis pajak daerah lainnya juga telah mencatatkan realisasi di atas 50 persen.
Meski demikian, BPKPAD masih memberikan perhatian khusus terhadap dua sektor yang realisasinya belum optimal, yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang baru mencapai sekitar 22 persen serta opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar sekitar 39 persen.
Menurutnya, rendahnya capaian PBB pada semester pertama merupakan kondisi yang wajar karena Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) untuk perusahaan baru didistribusikan pada April hingga Mei. Selain itu, mayoritas wajib pajak perusahaan biasanya melakukan pembayaran menjelang jatuh tempo pada Agustus.
“Sebab jatuh tempo pembayaran PBB perusahaan berlangsung pada Agustus. Banyak wajib pajak memilih melunasi kewajibannya menjelang batas akhir pembayaran,” jelasnya.
Untuk meningkatkan realisasi PBB, pemerintah daerah terus mendorong pemerintah desa agar aktif mengingatkan masyarakat membayar pajak tepat waktu.
Sementara itu, rendahnya realisasi opsen PKB dipengaruhi keterbatasan data kendaraan bermotor yang berada di bawah kewenangan Samsat. Untuk mengatasinya, BPKPAD menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan perangkat desa serta mengintegrasikan edukasi pembayaran PKB dalam kegiatan penagihan PBB.
Di sisi lain, BPKPAD juga terus menggali potensi sumber PAD baru melalui pendataan restoran dan tempat usaha yang berkembang di Kabupaten Batang. Kehadiran investasi baru, seperti rumah sakit dan berbagai bangunan usaha, diproyeksikan menambah objek PBB, sekaligus meningkatkan penerimaan dari pajak reklame dan pajak parkir.
Selain itu, pengembangan kawasan industri diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD pada tahun-tahun mendatang. Meski sebagian besar pabrik diperkirakan mulai beroperasi pada 2027, pembangunan yang sedang berlangsung telah menambah objek PBB baru dari aktivitas konstruksi.
Dengan capaian 45 persen pada semester pertama dan berbagai strategi optimalisasi yang terus dijalankan, Pemkab Batang optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai melalui peningkatan penerimaan PBB, opsen PKB, serta bertambahnya objek pajak dari investasi baru.
Keterangan Foto: Pelayanan pajak keliling kepada masyarakat saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-alun Batang, Kabupaten Batang.(Syaeful H)
