Sudaryono Geram Lambatnya Pencopotan Kepala Regional BGN Sumatera Utara
LINTASTIDARNEWS.ID (MEDAN) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluapkan kegeramannya atas lambatnya proses pencopotan Kepala Regional (Kareg) BGN Sumatera Utara.
Padahal, keputusan pencopotan sudah ditegaskan dan evaluasi telah dilakukan.
Hal ini terungkap melalui unggahan Don Muzakir, Selasa (1/9/2026), dikutip Tribun.
Dengan nada kesal, Sudaryono mempertanyakan mengapa keputusan tersebut belum dijalankan.
“Lama kali. Mana tim saya? Semenjak pergi ke mari, masa tidak selesai-selesai mencopotnya?” ujarnya.
Kondisi ini menjadi sorotan karena proses yang berlarut-larut dinilai tidak sejalan dengan ketegasan keputusan yang telah ditetapkan.
Sudaryono menegaskan, tidak boleh ada pembiaran dalam pelaksanaan pencopotan.
Jika keputusan sudah jelas, maka eksekusi harus segera dilakukan tanpa menunda-nunda.
Sudaryono sebelumnya mengaku marah sekaligus sedih atas kejadian ini.
Ia berjanji akan menyerahkan hasil investigasi kepada aparat penegak hukum.
“Ini nyawa seseorang. Kami akan selesaikan masalah ini dan menyerahkan hasil investigasi kepada aparat,” ucapnya.
Latar Belakang : Kasus Keracunan MBG di Karo
Sebelumnya, terkuak penyebab keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Sebanyak 353 siswa dari lima sekolah mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (13/8/2026).
Investigasi awal menyebutkan sumber keracunan berasal dari ikan yang tidak dimasukkan ke freezer selama 10–12 jam.
“Ikan basah tidak ditaruh ke dalam freezer, itu suatu kebodohan dan kelalaian,” tegas Sudaryono.
Sebagai langkah cepat, BGN menutup dapur penyedia makanan dan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sudaryono menekankan, pejabat yang tidak mampu mengelola bahan makanan dengan baik lebih baik mundur.
Kondisi Korban
Hingga Selasa (18/8/2026) lalu, tercatat 64 pelajar masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Berastagi.
Beberapa sempat kritis, namun kondisi mulai membaik.
Seorang pasien di RS Haji Medan yang dirawat di ruang PICU kini sudah bisa duduk dan berbicara.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, menyebut hasil laboratorium makanan sudah keluar, namun pengumuman resmi akan dilakukan oleh Dinkes Karo.
Ia juga mengonfirmasi adanya satu siswa yang dirujuk ke RS Adam Malik karena kondisi tidak stabil.
Keluarga korban masih menunggu kepastian penyebab keracunan serta bentuk pertanggungjawaban dari BGN dan pihak terkait. (rif)
