Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Polda Jateng Tanam 1.000 Pohon di Lereng Gunung Sumbing

0
IMG-20260828-WA0030

MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID – Memasuki musim kemarau, Direktorat Intelkam Polda Jawa Tengah bersama jajaran dan berbagai elemen masyarakat memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui gerakan penghijauan.

Sebanyak 1.000 bibit pohon kopi dan tanaman keras ditanam di kawasan lereng Gunung Sumbing, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan bertajuk Sapa Semesta tersebut dipusatkan di Nestra Wellness Café, Dusun Gendol, Desa Sukomakmur, dengan mengusung tema “Jangan Bakar Hutan dan Lahan, Wujudkan Lingkungan Aman, Sehat dan Lestari.”

Kegiatan melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lereng Gunung Sumbing, Universitas Negeri Semarang (UNNES), pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, pelaku usaha serta masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Intelkam Polda Jateng Kombes Pol Syahbuddin, S.I.K., Ketua PUI PT Pasca Panen Kopi dan Rempah Co. Spice UNNES Dr. Eka Yuli Astuti, S.Pd., M.A., Direktur Utama/CEO PT Nestra Kottama Indonesia Sigit Ismaryanto, Pj. Sekda Kabupaten Magelang David Rubiyanto, S.T., M.T., Kapolresta Magelang Kombes Pol Edy Bagus Sumantri, S.I.K., perwakilan BKSDA Jawa Tengah, Kodim 0705/Magelang, Distan Pangan Kabupaten Magelang, Forkopimcam Kajoran serta sekitar 50 peserta.

Pencegahan Harus Dilakukan Sebelum Api Muncul

Direktur Intelkam Polda Jateng Kombes Pol Syahbuddin mengatakan, Kabupaten Magelang memiliki kekayaan alam luar biasa karena dikelilingi sejumlah gunung. Kondisi tersebut sekaligus membutuhkan kepedulian bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Terlebih saat memasuki musim kemarau, potensi munculnya titik api meningkat.

“Di beberapa wilayah ada titik api dan kemungkinan penyebabnya bisa karena faktor alam atau karena ulah manusia,” ujar Syahbuddin.

Menurutnya, pencegahan karhutla tidak boleh dilakukan setelah kebakaran terjadi. Upaya antisipasi harus dimulai sejak dini, salah satunya melalui penghijauan dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Baca Juga  Polisi Bekuk Kurir Jaringan Narkotika Bersama 12 Paket Sabu

“Jangan sampai kita menunggu terjadi kebakaran terlebih dahulu baru kemudian melakukan tindakan. Mari kita bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini,” tegasnya.

Syahbuddin juga mengingatkan bahwa kebakaran dapat berawal dari hal sederhana yang sering dianggap sepele, seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Karena itu, ia meminta pemerintah, TNI, Polri, pemerintah desa, pelaku usaha, komunitas, kelompok tani dan masyarakat bergerak bersama dalam menjaga kawasan rawan karhutla.

“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Semua harus memiliki kepedulian dan tanggung jawab bersama,” katanya.

Kapolresta Magelang: Jangan Hanya Menanam, tetapi Jaga Bersama

Kapolresta Magelang Kombes Pol Edy Bagus Sumantri mengatakan, kegiatan penanaman pohon menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran bahwa lingkungan harus dijaga bersama,” ujar Edy.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan sinergi seluruh elemen, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan dan lahan.

Polresta Magelang, lanjutnya, akan terus mendukung koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, kelompok tani, relawan dan masyarakat dalam mengantisipasi potensi karhutla.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api selama musim kemarau.

Pemkab Magelang: Seribu Pohon, Seribu Harapan

Pj. Sekda Kabupaten Magelang David Rubiyanto menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Intelkam Polda Jateng atas kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di lereng Gunung Sumbing.

Menurutnya, Gunung Sumbing tidak hanya memiliki nilai keindahan alam, tetapi juga berperan penting dalam menjaga sumber air, kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem.

“Melalui penanaman seribu pohon, kita menanam harapan sekaligus memperkuat lingkungan bagi generasi mendatang,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Magelang.

Baca Juga  Polisi Periksa Kebakaran Rumah di Desa Pagerandong

David menekankan agar penghijauan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Bibit yang telah ditanam harus dirawat dan dipantau secara berkala agar dapat tumbuh dengan baik.

Nestra Klaim Telah Tanam 3.000 Pohon

Direktur Utama/CEO PT Nestra Kottama Indonesia Sigit Ismaryanto mengatakan pihaknya berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Ia menyebut Nestra telah berkontribusi dalam penanaman sekitar 3.000 pohon di kawasan tersebut.

“Nestra berkontribusi menanam sebanyak 3.000 pohon dan saat ini sudah berubah, meskipun pohonnya kecil tetapi sudah berbuah,” ungkap Sigit.

Menurutnya, kawasan Sukomakmur tengah dikembangkan sebagai ekosistem yang menggabungkan kelestarian lingkungan, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.

Selain penghijauan, Nestra juga mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk rencana pengembangan rumah tempe serta pembinaan kelompok seni melalui Yayasan Budaya.

Sigit berharap Desa Sukomakmur dapat berkembang menjadi salah satu kawasan penyangga wisata Borobudur melalui penguatan potensi alam, budaya, ekonomi kreatif dan masyarakat.

Bibit dan Peralatan Diserahkan kepada Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan berupa bibit tanaman, alat pertanian serta alat pengolah kopi kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit kopi dan tanaman keras serta aksi bersih lingkungan di sekitar lokasi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.15 WIB tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh rangkaian berlangsung aman, lancar dan kondusif.

Perawatan Menjadi Penentu

Penanaman 1.000 pohon di lereng Gunung Sumbing diharapkan menjadi langkah awal dari gerakan lingkungan yang berkelanjutan.

Perawatan pascapenanaman menjadi kunci agar bibit dapat tumbuh optimal. Monitoring berkala, penyulaman bibit yang mati serta penguatan kelompok masyarakat peduli lingkungan perlu dilakukan secara konsisten.

Baca Juga  Peringati HUT Megawati Soekarnoputri, DPC PDIP Kab. Klaten Gelar Doa Bersama Dan Potong Tumpeng

Di sisi lain, sosialisasi larangan pembakaran hutan dan lahan harus terus digencarkan dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa dan kelompok tani.

Pemetaan kawasan rawan kebakaran serta penguatan deteksi dini juga penting dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila muncul potensi titik api.

Sebab, menjaga lereng Gunung Sumbing bukan semata-mata tentang mencegah karhutla. Lebih dari itu, penghijauan merupakan investasi untuk menjaga sumber air, pertanian, pariwisata, keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat hingga generasi mendatang.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *