Batik Lukis Magelang Punya Potensi, Seniman Minta Pelatihan Lanjutan
KOTA MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID – Kreativitas masyarakat menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi sekaligus mengangkat identitas daerah. Di Kota Magelang, salah satunya adalah seni batik lukis yang mulai ditekuni sejumlah warga.
Namun, potensi tersebut dinilai masih membutuhkan dukungan pemerintah, terutama dalam bentuk peningkatan keterampilan dan pelatihan lanjutan.
Hal itu disampaikan Kamti, warga Kampung Bogeman Lor, Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Perempuan yang sehari-hari beraktivitas sebagai ibu rumah tangga tersebut kini serius menekuni seni batik lukis.
Kepada awak media, Rabu (26/8/2026), Kamti mengungkapkan ketertarikannya terhadap dunia batik bermula ketika melihat stan batik dalam sebuah kegiatan Magelang Fair. Dari rasa penasaran itu, ia kemudian mencari kesempatan untuk belajar membatik.
Kesempatan tersebut datang ketika Kamti mengetahui adanya pelatihan membatik yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Magelang melalui media sosial Instagram.
“Sejak itu saya ingin belajar banyak tentang membatik. Terus mencoba dan fokus ke batik lukis sampai sekarang,” ujarnya.
Seiring waktu, Kamti mulai menemukan karakter tersendiri dalam karya-karyanya. Ia mengembangkan batik lukis dengan sentuhan modern yang menurutnya masih terus dapat dikembangkan.
Bagi Kamti, berkarya bukan sekadar mengejar hasil penjualan. Saat ini ia justru lebih memilih memperkaya pengetahuan dan keterampilan sebelum memasarkan karya secara lebih luas.
“Sementara ini saya masih terus berkarya dengan ide-ide saya sendiri. Saya tidak mau mengekor orang lain dan juga tidak mau buru-buru menjual karya. Saya masih ingin banyak menimba ilmu tentang seni batik, khususnya batik lukis,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan seniman batik lukis di sejumlah wilayah Kota Magelang merupakan potensi yang layak mendapat perhatian. Jika dikembangkan secara serius, karya para perajin dan seniman lokal dapat menjadi bagian dari identitas sekaligus potensi ekonomi kreatif daerah.
Karena itu, Kamti berharap Pemerintah Kota Magelang melalui instansi terkait dapat kembali menggelar pelatihan membatik, khususnya pelatihan tingkat lanjut.
“Adanya seniman batik lukis di sejumlah wilayah di kota ini juga menjadi potensi Kota Magelang dan layak diangkat. Kami berharap ada support dari Pemerintah Kota Magelang melalui instansi terkait berupa pelatihan-pelatihan membatik,” harapnya.
Kamti menegaskan, dukungan yang paling dibutuhkan bukan semata-mata berupa bantuan modal usaha. Menurutnya, peningkatan kapasitas melalui pelatihan justru akan memberikan manfaat jangka panjang bagi para seniman.
“Yang kami butuhkan lebih kepada pelatihan. Karena dengan mengikuti pelatihan tentu mendapatkan ilmu yang tidak akan habis. Ilmu itu bisa terus dikembangkan melalui karya-karya inovatif, dengan muara kesejahteraan seniman itu sendiri,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pelatihan yang pernah diikutinya masih sebatas materi dasar. Karena itu, ia berharap ada pelatihan lanjutan yang memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai berbagai teknik membatik.
“Teman-teman peserta yang dulu juga berharap ada pelatihan lanjutan. Maksudnya agar memiliki teknik-teknik membatik sehingga bisa menghasilkan karya yang lebih baik dan inovatif,” katanya.
Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, Kamti tetap menyempatkan diri untuk membatik. Waktu luang yang dimanfaatkan untuk berkarya tersebut perlahan menghasilkan karya batik lukis yang memiliki nilai seni sekaligus berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Bagi Kamti, perjalanan membatik masih panjang. Ia ingin terus belajar, bereksperimen dan menemukan karakter karya sendiri, sembari berharap batik lukis karya warga Kota Magelang semakin dikenal dan mendapat tempat di tengah perkembangan ekonomi kreatif.(*)
