Pemkab Batang Tegaskan Pengawasan Ketat MBG, Mitra SPPG Wajib Serap Bahan Baku Lokal

0
IMG-20260804-WA0039(1)

BATANG, LINTASTIDARNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Yayasan dan Mitra Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) guna memperkuat pemanfaatan bahan baku lokal untuk kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menegaskan komitmennya mengawal pelaksanaan program agar berjalan sesuai standar sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal.

Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) SPPG Kabupaten Batang, Suyono, menegaskan seluruh mitra pelaksana wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait kualitas dan takaran bahan pangan. Menurutnya, setiap bentuk pengurangan kualitas maupun volume bahan makanan demi keuntungan pribadi merupakan pelanggaran serius yang dapat berimplikasi hukum.

“Kalau tidak sesuai SOP, artinya mengurangi nilai yang sudah ditentukan. Meskipun sedikit, jika dilakukan setiap hari dan diakumulasi dalam jangka waktu tertentu, hal itu bisa menjadi temuan yang mengarah pada tindak pidana korupsi,” tegas Suyono usai menghadiri Rakor Yayasan dan Mitra SPPG tentang Kebutuhan Suplai Bahan Baku Lokal untuk Dapur SPPG di Aula Bupati Batang, Selasa (4/8/2026).

Selain memastikan kualitas makanan bagi anak-anak penerima manfaat, Pemkab Batang juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi daerah melalui penyerapan hasil produksi lokal. Para mitra SPPG diwajibkan memanfaatkan komoditas yang dihasilkan petani dan peternak Kabupaten Batang serta dilarang melakukan praktik monopoli pemasok.

Menurut Suyono, rantai pasok lokal harus menjadi prioritas agar manfaat ekonomi dari program MBG benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ada peternak telur, peternak ayam, hingga petani sayuran yang harus mendapatkan pasar. Mitra SPPG harus membeli produk mereka. Ini juga menjadi arahan dari pemerintah pusat. Jangan sampai produk lokal tidak dimanfaatkan. Keterlibatan UMKM dan petani harus dijaga dari praktik yang tidak sehat,” ujarnya.

Baca Juga  ASN Indonesia Masih Hadapi PR Besar, Sepertiga Pegawai Negeri Belum Berpendidikan D4 atau S1

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan segan memberikan sanksi kepada pihak yang melakukan monopoli pasokan karena dinilai merugikan petani lokal.

“Kalau ada monopoli, akan kami coret, kami suspend bahkan ditutup karena merugikan petani lokal,” katanya.

Suyono juga mengingatkan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada integritas para pengelola dan mitra pelaksana.

“Yang paling penting adalah kejujuran. Jadilah mitra yang baik karena ini program negara untuk mencetak anak-anak yang sehat dan cerdas. Produk yang disajikan harus benar-benar bergizi dan sesuai takaran yang telah ditetapkan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batang, Puji Lestari, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan penggunaan bahan baku lokal. Saat ini masih terdapat sekitar 19 persen kebutuhan yang dipenuhi dari luar daerah.

Ia berharap setelah rakor tersebut, tingkat penyerapan komoditas lokal dapat meningkat hingga di atas 90 persen, meski diakui ketersediaan beberapa komoditas masih menjadi tantangan seiring bertambahnya jumlah dapur SPPG.

Terkait pengawasan dan sanksi terhadap SPPG yang melakukan pelanggaran, Puji menjelaskan bahwa seluruh laporan akan diproses terlebih dahulu melalui mekanisme internal Badan Gizi Nasional (BGN).

“Penanganan awal menjadi kewenangan BGN melalui bidang Pemantauan dan Pengawasan. Mekanisme internal akan dijalankan terlebih dahulu sebelum langkah lainnya,” jelasnya.

Puji menambahkan, hingga kini operasional SPPG di Kabupaten Batang berjalan aman dan kondusif. Pengawasan terus diperkuat melalui koordinasi antara mitra, kepala SPPG, dan pengawas gizi untuk memastikan keamanan pangan mulai dari proses produksi hingga distribusi ke sekolah.

Rakor tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, mitra SPPG, petani, peternak, dan UMKM sehingga Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal di Kabupaten Batang.(Syaeful H- Pantur

Baca Juga  Gubernur Akademi Militer Terima Courtesy Call Atase Darat Australia, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Militer

Foto: Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Rapat Koordinasi Yayasan dan Mitra SPPG tentang penguatan suplai bahan baku lokal untuk dapur SPPG di Aula Bupati Batang, Selasa (4/8/2026).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *