Ribuan Warga Semarakkan Merti Desa Kenalan, Grebeg Gunungan Jadi Simbol Syukur dan Pelestarian Budaya Borobudur

0
IMG-20260726-WA0029

MAGELANG, LINTASTIDARNEWS.ID – Semangat gotong royong, rasa syukur, dan kecintaan terhadap warisan budaya kembali mewarnai Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Pemerintah Desa (Pemdes) Kenalan menggelar Merti Desa 2026 selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juli 2026, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Puncak perayaan berlangsung pada Minggu (26/7/2026) melalui Kirab Budaya dan Grebeg Gunungan, yang menyedot ribuan warga serta wisatawan dari berbagai daerah. Sejak pagi, masyarakat memadati sepanjang jalan desa untuk menyaksikan arak-arakan gunungan hasil bumi yang tersusun dari padi, jagung, sayuran, buah-buahan, hingga hasil perkebunan sebagai simbol kemakmuran, keberkahan, dan harapan akan panen yang lebih melimpah di masa mendatang.

Suasana semakin semarak dengan penampilan beragam kesenian tradisional dari setiap dusun. Tarian daerah, musik tradisional, hingga atraksi seni rakyat mengiringi kirab budaya, menjadikan Merti Desa bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga pesta budaya yang memperkuat identitas masyarakat Borobudur.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan Borobudur Amron Effendi yang mewakili Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Kepala Desa Kenalan Agus Waluyo beserta jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Dispermades, Dinas Lingkungan Hidup, Inspektorat, Disparpora Kabupaten Magelang, jajaran Polsek dan Koramil Borobudur, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Kepala Desa Kenalan, Agus Waluyo, menegaskan bahwa Merti Desa merupakan warisan budaya yang sarat nilai religius, sosial, dan kebersamaan yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Tradisi ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang diberikan. Selain itu, Merti Desa menjadi media mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, sekaligus mengenalkan budaya kepada generasi muda agar mereka bangga terhadap warisan leluhur. Pemerintah Desa berkomitmen menjaga tradisi ini agar tetap lestari,” ujarnya.

Baca Juga  Update Klasemen Moto3 2026, Veda Ega Pratama Tembus 3 Besar Dunia Pasca Sanksi Adrian Fernandez

Ketua Panitia Merti Desa, Pardi, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan merupakan hasil musyawarah masyarakat sehingga setiap warga memiliki kesempatan untuk terlibat aktif.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan acara merupakan buah dari semangat gotong royong warga yang bekerja bersama sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

“Merti Desa adalah milik seluruh masyarakat Desa Kenalan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, pemerintah desa, sponsor, relawan, dan semua pihak yang telah mendukung sehingga acara berlangsung aman, lancar, dan meriah,” katanya.

Mewakili Bupati Magelang, Sekretaris Kecamatan Borobudur Amron Effendi menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ia menyampaikan pesan Bupati Magelang agar budaya tidak hanya dijadikan tontonan, tetapi juga diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari jati diri bangsa.

“Tradisi Merti Desa mengandung nilai luhur berupa rasa syukur, kebersamaan, toleransi, dan gotong royong. Pemerintah Kabupaten Magelang akan terus mendukung desa-desa yang berkomitmen melestarikan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat sekaligus penguatan sektor pariwisata,” ungkap Amron.

Hal senada disampaikan perwakilan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang. Menurutnya, Grebeg Gunungan Merti Desa Kenalan memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Tradisi ini bukan hanya memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Merti Desa Kenalan berpotensi menjadi agenda wisata budaya unggulan di kawasan Borobudur,” ujarnya.

Usai kirab budaya, gunungan hasil bumi didoakan bersama sebelum diperebutkan masyarakat. Tradisi rebutan gunungan diyakini sebagai simbol berbagi rezeki, keberkahan, dan doa agar masyarakat senantiasa memperoleh hasil panen yang melimpah.

Baca Juga  AHY : Pabrik Pesawat PTDI Bakal Pindah ke Kertajati

Rangkaian Merti Desa Kenalan 2026 masih berlanjut hingga 27 Juli 2026 dengan berbagai kegiatan budaya, hiburan rakyat, dan doa bersama sebagai penutup.
Melalui penyelenggaraan Merti Desa dan Grebeg Gunungan, masyarakat Desa Kenalan kembali menegaskan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Tradisi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat persatuan masyarakat, menghidupkan semangat gotong royong, serta mendukung pengembangan pariwisata budaya di kawasan Borobudur.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *